Persib
Duduk Perkara Masalah Lisensi Kepelatihan Passos di Persib Bandung, Begini Respon Alberts
Maung Bandung diterpa kabar kurang mengenakkan jelang laga kedua BRI Liga 1 2021 antara Persita Tangerang vs Persib Bandung
TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG – Maung Bandung diterpa kabar kurang mengenakkan jelang laga kedua BRI Liga 1 2021 antara Persita Tangerang vs Persib Bandung di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Sabtu 11 September 2021.
Itu setelah lisensi kepelatihan kiper Persib Bandung Luizinho Passos dianggap bermasalah.
Munculnya perkara tersebut bermula saat duel Persib Bandung lawan Barito Putera di laga perdana di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, 4 September lalu.
Saat itu Luizinho Passos yang duduk di bench ditulis bukan sebagai pelatih kiper Persib Bandung.
Pria asal Brasil itu justru ditulis sebagai video teknikal analisis.
Baca juga: UPDATE Persib: Robert Alberts Maklumi Marc Klok Dkk Belum Atraktif, Contoh Ronaldo dan Johan Cruyff
Padahal, dalam sesi latihan sehari-hari, Passos bertanggung jawab meningkatkan kondisi dan kemampuan para kiper Persib.
Passos pulalah yang memberikan masukan kepada pelatih kepala untuk menurunkan kiper yang paling siap di sebuah pertandingan.
Direktur Persib, Teddy Tjahjono, membeberkan alasan yang membuat Passos duduk di bench sebagai video teknikal analisis.
Teddy menuturkan, lisensi kepelatihan Passos tidak sesuai dengan regulasi terbaru dari AFC.
"Kronologinya, Passos sudah di Indonesia 5 tahun. Selama ini secara sertifikat kepelatihan selalu di-approve, selama ini tidak jadi masalah."
"Sekarang ada regulasi baru dari AFC yang menyatakan pelatih kiper harus level 1 dan diberi waktu mepet banget," ujar Teddy kepada awak media, dalam wawancara virtual kemarin.
Saat ini, Passos sedang mengurus lisensi kepelatihannya agar bisa diakui sebagai pelatih kiper di Liga 1.
Teddy mengungkapkan, keterlambatan ini terjadi karena perubahan regulasi secara mendadak serta tahun 2020 tidak ada kursus kepelatihan kiper sama sekali.

Baca juga: Pemain Asing Baru Bali United Eber Bessa Belum Bisa Turun Lawan Barito Putera, Debut Kontra Persib
Karena itu, sulit bagi Passos untuk menaikkan level lisensi kepelatihannya.
"Sekarang bagaimana klub-klub di Indonesia yang sudah mengontrak pelatih tiba-tiba harus level 1 kurang dari 2 hari harus ganti pelatih, komunikasinya dari AFC seperti apa."
"Kenapa enggak tahun lalu untuk pelatih diberikan waktu untuk memenuhi kriteria itu," katanya.
Menurut Teddy, ada yang melatarbelakangi hingga akhirnya Passos tidak bisa didaftarkan menjadi pelatih kiper di DSP.
Itu sebabnya klub dalam hal ini tidak bisa menjadi pihak yang disalahkan.
"Kemudian jadi agak sulit karena persyaratan muncul saat AFC licensing dilakukan."
"Sekarang sertifikasi itu harus diberikan instruktur dari AFC."
"Sekarang selama pandemi AFC tidak melakukan kursus instruktur tidak bisa datang."
"Gimana peserta dapat sertifikasi kalo kursus gak ada?" katanya.
Permasalahan lisensi ini langsung diselesaikan oleh manajemen Persib dengan mendaftarkan Gatot Presetyo sebagai pelatih kiper.
Gatot, kata Teddy, memiliki lisensi yang bisa memenuhi kualifikasi Liga 1.
"Ada Pak Gatot sebagai pelatih kiper, Passos sebagai analis."
"Hanya namanya karena Pak Gatot memenuhi kriteria untuk level 1, Passos juga mumpuni untuk menganalisis pertandingan makanya sebagai analis teknis di DSP," ujarnya.
Bagi Persib, Gatot bukan nama baru.
Gatot adalah mantan kiper Persib.
Dia pernah menjadi pelatih kiper Persib pada musim 2019.
Lalu pada awal tahun lalu, Gatot pun sempat menggantikan posisi Passos yang sedang sakit.
Pelatih Persib, Robert Alberts, menolak berkomentar panjang lebar.
Menurut pelatih asal Belanda itu, soal lisensi kepelatihan berada di luar jangkauannya.
"Ini hal yang tidak bisa saya temukan solusinya."
"Ini adalah regulasi yang dibuat oleh pihak yang berwenang."
"Saya tidak bisa berkomentar mengenai itu," kata Robert. (*)
Simak kabar Persib Bandung lainnya
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Soal Isu Tak Sedap Pelatih Kiper Persib Bandung, Robert Alberts Angkat Tangan, Begini Katanya