Breaking News:

Ketika Para Pengusaha Warteg Pertanyakan BLT Rp1,2 Juta dari Pemerintah

Bantuan dari pemerintah menjadi harapan para pengusaha mikro ini untuk bertahan di tengah pandemi yang tak kunjung berkesudahan. 

Editor: Eviera Paramita Sandi
KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA
Ilustrasi warteg 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini  membuat para pengusaha warteg mengalami pengurangan penghasilan hingga terpuruk. 

Bantuan dari pemerintah menjadi harapan para pengusaha mikro ini untuk bertahan di tengah pandemi yang tak kunjung berkesudahan. 

Kini, Koperasi Warteg Indonesia (Kowantara) pun mempertanyakan bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta dari pemerintah untuk para pengusaha mikro, termasuk warteg. 

Ketua Kowantara Mukroni mengatakan anggotanya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) juga terdampak pandemi Covid-19.

Namun, kriteria yang harus dipenuhi pemilik warteg dan PKL untuk mendapat bantuan itu, satu di antaranya, lokasi usaha berada pada kabupaten atau kota yang menerapkan PPKM level 4.

Daftar kabupaten atau kota itu sesuai dengan Inmendagri Nomor 27 dan 28 Tahun 2021.

"Persyaratan PPKM Level 4. Mungkin tidak dapat Jakarta. Padahal, mereka juga terdampak selama hampir dua tahun," ujar Mukroni saat dihubungi Tribunnews, Sabtu 11 September 2021. 

Mukroni berujar anggota Warteg se-Jabodetabek mempertanyakan apakah mereka dapat BLT tersebut atau tidak lantaran sejumlah wilayah tidak dalam kategori PPKM Level 4.

"Di Jabodetabek Kowantara belum ada. Ini saya juga ditanya anggota sementara data sudah dikasih ke Kementerian," tuturnya.

Sedangkan, Kowantara mengusulkan agar pemerintah memberikan relaksasi kredit perbankan maupun lembaga non-perbankan bagi UMKM termasuk para pengusaha Warteg.

Kowantara mengusulkan adanya pemutihan BI Checking dan bunga tertunggak dengan masa lebih dari satu tahun empat bulan.

Juga meminta agar syarat UMKM untuk mendapatkan pembiayaan dilonggarkan sehingga pelaku usaha kecil bisa lebih mudah mengakses permodalan.

Sebelumnya, pemerintah telah meluncurkan program bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung (BTPKLW).

Bantuan untuk sektor usaha mikro dengan pagu sebesar Rp 1,2 triliun ini akan disalurkan bagi 1 juta pelaku usaha mikro yang masing-masing akan mendapatkan Rp 1,2 juta.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Warteg se-Jabodetabek Pertanyakan BLT Rp1,2 Juta dari Pemerintah

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved