Breaking News:

Berita Internasional

Terlibat Sengketa Perebutan Wilayah, Ukraina Diambang Perang dengan Rusia

Dia mengatakan, kemungkinan perang berskala besar bisa saja terjadi dan itu menjadi skenario terburuk antara dua negara

AFP/SERGEI SUPINSKY
Personel militer Ukraina ambil bagian dalam latihan perang di wilayah Zhytomyr pada 21 November 2018. 

TRIBUN-BALI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan, pihaknya tidak dapat mengesampingkan kemungkinan perang skala penuh dengan Rusia.

Skenario terburuk tersebut bisa saja terjadi meski Zelenskiy mengklaim terus mengupayakan adanya kesepakatan damai dengan Moskwa untuk mengakhiri pertempuran wilayah timur.

Hal itu disampaikannya ketika ditanya wartawan dalam pertemuan tahunan Yalta European Strategy (YES) pada Jumat (10/9/2021).

Dia mengatakan, kemungkinan perang berskala besar bisa saja terjadi dan itu menjadi skenario terburuk antara dua negara.

Baca juga: Jambret iPhone 12 Pro Milik WNA Ukraina di Kuta, Karep Diringkus Polisi Tanpa Perlawanan

Melansir Radio Free Europe, Zelenskiy menuturkan bila skenario terburuk tersebut benar-benar terjadi, maka itu akan menjadi kesalahan terbesar Rusia.

Awal tahun ini, Rusia mengerahkan sekitar 10.000 tentaranya di wilayah perbatasan dengan Ukraina dan wilayah Crimea yang dicaplok Moskwa.

Tindakan itu disebut Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk intimidasi terhadap Kiev.

Zelenskiy menuturkan, dia berupaya mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyelesaikan pertempuran di timur.

Tetapi, lanjut Zelenskiy, Putin hanya menunjukkan sedikit minatnya.

Keduanya pertama kali bertemu di Paris, Perancis, pada Desember 2019 untuk pembicaraan damai.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved