Breaking News:

Berita Bali

Luncurkan Keyboard Aksara Bali, Koster Padukan Kearifan Lokal Bali dengan Perkembangan Teknologi

Sebagai salah satu aksara asli Nusantara yang tertua, aksara Bali akhirnya mendapat kesempatan untuk ditransformasikan dalam bentuk digital melalui

Penulis: Ragil Armando | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Peluncuran keyboard aksara Bali dilakukan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Landep, di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Bali, Sabtu 11 September 2021 kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebagai salah satu aksara asli Nusantara yang tertua, aksara Bali akhirnya mendapat kesempatan untuk ditransformasikan dalam bentuk digital melalui papan ketik atau keyboard.

Peluncuran keyboard aksara Bali dilakukan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Landep, di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Bali, Sabtu 11 September 2021 kemarin. 

Bahkan, hal ini merupakan hal yang pertama kalinya dilakukan dalam sejarah bahasa dan kesusasteraan di Indonesia.

Acara peluncuran ini, dilakukan secara hybrid yang diikuti oleh 45 siswa SD, SMP, SMA/SMK, SLB Kabupaten/Kota Se-Bali, dan empat orang perwakilan mahasiswa dari Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia Denpasar, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, dan Universitas Hindu Indonesia Denpasar.

Baca juga: Film Dokumenter Harmoni, Angkat Keharmonisan Nyame Bali dan Nyame Selam di Jembrana

Selain itu, peluncuran itu sendiri juga dihadiri oleh para Bupati/Wali Kota, Rektor Perguruan Tinggi serta diikuti secara virtual oleh Satuan Pendidikan SMA, SMK, SLB Negeri dan Swasta Se-Bali sejumlah 329 Sekolah.

Menariknya, Gubernur Bali, Wayan Koster menyebut bahwa kebijakan peluncuran keyboard ini adalah ide kreatif dan original dari dirinya.

Saat itu, ia menugaskan para intelektual Bali dari Tim Peneliti dari Program Studi Informatika Fakultas MIPA Universitas Udayana yang terdiri dari Cokorda Rai Adi Pramartha, Ph.D, I B Ary Indra Iswara, M.Kom, I Putu Gede Hendra Suputra, M.Kom, dan IB Gede Dwidasmara, M.Cs untuk mengembangkan hal tersebut.

Ia beralasan bahwa ide tersebut sebagai bagian dari kelanjutan pelaksanaan kebijakan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Baca juga: Tanggapi Rekomendasi Komnas HAM, MDA Bali Terbitkan Surat Larangan Terkait ISKCON

“Adapun tujuannya adalah untuk melindungi keberadaan Aksara Bali sebagai warisan adi luhung dari Leluhur Bali yang diawali dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 Tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali serta Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali,” ujarnya dalam keterangan persnya, Minggu 12 September 2021.

Ia juga menambahkan bahwa keyboard aksara Bali ini adalah sebagai bagian dari memadukan antara kearifan lokal Bali dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi digital dalam era globalisasi dunia saat ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved