Breaking News:

Berita Gianyar

Pertanian Tembakau di Gianyar Terus Menyusut, Ini Penyebabnya

Kabupaten Gianyar, Bali, pada tahun 2017 pernah menjadi daerah penyuplai tembakau untuk perusahaan rokok

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
pixabay.com
Ilustrasi tanaman tembakau - Pertanian Tembakau di Gianyar Terus Menyusut, Ini Penyebabnya 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kabupaten Gianyar, Bali, pada tahun 2017 pernah menjadi daerah penyuplai tembakau untuk perusahaan rokok.

Bahkan produktivitasnya saat itu terbesar nomor dua di Bali setelah Buleleng.

Namum dikarenakan kualitas tembakau Gianyar terus memburuk, sehingga kerjasama dengan perusahaan rokok itu tidak dilanjutkan.

Namun bukannya berbenah, saat ini petani yang menggeluti tanaman tembakau pun menyusut.

Baca juga: Pelaku Industri Hasil Tembakau Tolak Kenaikan Cukai

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Minggu 12 September 2021, saat ini luas tanam tembakau di Kabupaten Gianyar hanya 368 hektare, dan itu terdapat di kawasan Kecamatan Sukawati.

Berbeda pada masa jayanya pada lima tahun lalu, luas tanam saat itu mencapai 600 hektare.

Adapun penyebab menyusutnya luas tanam tembakau ini dikarenakan berbagai hal.

Di antaranya karena petani harus memiliki pemahaman tentang unsur hara, pemupukan dan harus bisa mengontrol zat nikotin.

Selain itu, lesunya peminat pertanian tembakau di Kabupaten Gianyar ini akibat cuaca di Kabupaten Gianyar yang sering hujan.

Di mana tembakau yang sering diguyur hujan, kualitasnya tidak bagus karena kadar airnya tinggi, dan hal lainnya yang menyebabkan pertanian tembakau tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved