Berita Bangli

Bocor Saat Hujan, Pemkab Bangli Siapkan Anggaran Rp 200 Juta untuk Perbaiki Pasar Kidul

Kampanye yang menghadirkan BPOM Denpasar itu menyasar para pedagang, serta mengetahui kondisi pasar tradisional tersebut.

Istimewa
Pedagang Pasar Kidul saat mengkuti kampanye Pasar Aman. Senin (13/9/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Lantai II Pasar Kidul Bangli mengalami kebocoran dimana-mana saat memasuki musim penghujan.

Kondisi ini menyebabkan pasar berubah menjadi kumuh. Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan Kampanye Pasar Aman, Senin (13/9/2021).

Kampanye yang menghadirkan BPOM Denpasar itu menyasar para pedagang, serta mengetahui kondisi pasar tradisional tersebut.

Kepala Pasar Kidul Bangli, I Dewa Adi Oka saat dikonfirmasi mengungkapkan, dalam sosialisasi ini pihaknya menghadirkan 20 pedagang sebagai peserta.

Baca juga: Pantau Pelaksanaan Tes CAT PPPK 2021 Perdana, Bupati Bangli: Mudah-mudahan Semua Peserta Lolos

 “Secara umum, ada beberapa hal yang ditekankan kepada pedagang. Misalnya tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti formalin, penyedap buatan serta tetap memperhatikan kebersihan pasar,” ungkapnya.

Di tengah acara tersebut, lanjut dia, ternyata turun hujan dan pada saat itulah terjadi kebocoran dimana-mana.

Pihaknya mengungkapkan, kebocoran terjadi pada bagian-bagian pojok bangunan dan pipa saluran air.

“Dari atap bagian dak atas, ada pipa saluran air bocor sehingga air merembes.

Kondisi yang paling parah adalah pada titik pertemuan bangunan yang direhab dulu, kemungkinan tidak begitu bagus sehingga ada celah-celah di sana yang menyebabkan air turun,” ucapnya.

Menurut Adi Oka, renovasi Pasar Kidul sangat urgent dilakukan agar bisa melakukan penataan para pedagang.

Ia mengaku selama ini pengelola belum berani terlalu tegas mengatur para pedagang, lantaran sarana dan prasarana yang ada belum memadai.

“Kalau hujan-hujan begini, nanti kita yang disalahkan. Nanti, jika sudah tidak ada kebocoran, baru semua pedagang canang yang di bawah akan kita suruh naik. Sedangkan, khusus dibawah bagian selatan dan timur untuk kuliner saja,” ucapnya.

Mengenai persoalan bocornya bangunan pasar, Adi Oka mengatakan dalam APBD Perubahan 2021 telah dialokasikan anggaran untuk perbaikan.

Pihak konsultan juga diakui sudah mendatangi lokasi untuk meninjau secara langsung bagian mana yang perlu dilakukan perbaikan.

Baca juga: Jajaran Kodim Bangli Bantu Percepatan Penyembuhan Warga Terkonfirmasi Covid-19 yang Jalani Isoter

“Anggarannya sebesar Rp 200 juta. Selain digunakan untuk renovasi bangunan, anggaran tersebut juga dimanfaatkan untuk perbaikan toilet di lantai I dan II,” jelasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved