Breaking News:

Berita Bali

Ida Pedanda Gede Jelantik Karang Lebar, Ini Kekaguman Ari Dwipayana pada Sosok Sang Sulinggih

Saya kenal pertama kali dengan beliau itu sekitar tahun 2008, tatkala karya (upacara) besar di Ubud. Kala itu beliau yang muput dengan beberapa

Istimewa
Gung Ari dan Alm Ida Pedanda Gede Jelantik Karang saat berbincang beberapa waktu lalu. 

"Saya melihat beliau juga sangat multitalenta, karena beliau juga seorang seniman," sebutnya.

Sosok beliau inilah yang menjadi panutan Gung Ari dalam menjalankan tugas baik sebagai akademisi maupun sebagai pembantu presiden dalam menjaga Indonesia dan rakyatnya.

Beliau pula selalu menekankan tentang swadharma yang penting dan menjaga kesucian bagi seorang sulinggih.

"Sesana itu sangat penting bagi seorang wiku dalam menjaga harkat dan martabat serta kesuciannya," jelasnya.

Beliau selalu mengarahkan hal ini kepada nanak-nanaknya dimanapun berada, terutama yang telah madiksa menjadi sulinggih.

 Saat pertemuan terakhir, sebelum beliau lebar Gung Ari sempat meminta doa, agar Indonesia bisa selamat dan keluar dari pandemi akibat virus Covid-19 ini.

"Beliau menyatakan setiap surya sewana, beliau melakukan puja dan selalu berdoa untuk keselamatan masyarakat, bangsa, dan dunia dari musibah pandemi ini," katanya.

Bahkan beliau kerap terlibat dalam upacara yang khusus dibuat di Budhakeling. Dimana upacara itu melibatkan pedanda dari banyak griya di Budhakeling. Untuk memohon keselamatan dunia dari wabah.

"Budakeling kan salah satu desa tua di Bali, yang tetap menjaga tradisi dan merawat nilai luhur budha kasogatan dan tetap terjaga di dalam tradisi aksara, sastra, dan ritual budha di sana," katanya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved