Breaking News:

Berita Gianyar

Kabel Semrawut di Ubud Kini Ditanam di Bawah Tanah, Cita-Cita Bupati Sejak Era Cok Ace

Menciptakan langit Ubud yang bersih dari kabel semerawut telah menjadi cita-cita para bupati sejak era Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ac

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Bupati Gianyar, Made Mahayastra bersama Wakil Gubernur Bali, Cok Ace saat meninjau proyek penanaman kabel di Ubud, Minggu 12 September 2021 malam 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Menciptakan langit Ubud yang bersih dari kabel semerawut telah menjadi cita-cita para bupati sejak era Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace yang kini menjabat Wakil Gubernur Bali.

Namun karena persoalan dana, hal tersebut pun tidak bisa direalisasikan.

Namun hal tersebut baru bisa tercapai dalam kepemimpinan Bupati Gianyar, Made Mahayastra.

Di mana proyek tersebut mendapat pagu anggaran sebesar Rp28 miliar, yang bersumber dari dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca juga: Tiga Objek Wisata Utama di Gianyar Sudah Uji Coba Dibuka

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Senin 13 September 2021, kabel yang mendapatkan prioritas untuk ditanam adalah semua kabel yang berada di kawasan jalan utama Pariwisata Ubud.

Proyek tersebut telah dikerjakan sejak tiga hari lalu, dan setiap harinya para pekerja telah mampu menanam kabel sepanjang 7-10 meter per hari.

Dengan kinerja demikian, Pemkab Gianyar memastikan proyek ini bisa rampung pada dua bulan ini. 

Baca juga: Proyek Taman Patung Kapten Dipta Gianyar Sudah Berjalan 6,8 Persen

Bupati Gianyar, Made Mahayastra bersyukur penanaman kabel bisa dilakukan dalam masa kepemimpinannya.

Selama ini, cita-cita tersebut sudah ada sejak jaman Bupati, Cok Ace.

Sebab selama ini, bangunan Bali merupakan salah satu daya tarik wisata.

Namun sayangnya, keindahan tersendiri terganggu oleh kabel yang semerawut.

Tak hanya itu, kabel juga kerap menjadi pengganggu prosesi pengabenan di Ubud. 

Baca juga: Ratusan Burung Pipit Jatuh dan Mati di Gianyar, Begini Tanggapan BKSDA Bali

Bahkan tak jarang, saat upacara ngaben terutama di Puri Agung Ubud, kabel-kabel harus dilepas sehingga menyebabkan mati listrik.

Diapun bersyukur dapat mewujudkan apa yang selama ini diidamkan banyak pihak di Ubud.

"Apa yang menjadi harapan masyarakat Ubud, masyarakat Bali, juga masyarakat Internasional, Ubud harus kita di jaga. Apa yang bisa kita kerjakan kita harus kerjakan. Tidak lagi mencari kambing hitam pada masa pandemi ini," ujarnya. 

Lebih lanjut kata Mahayastra, dalam utilitas terpadu semua kabel termasuk listrik, telpon dan lainya akan tertanam dibawah tanah.

"Di Jalan Utama Ubud tidak akan lagi semrawut oleh kabel. Apa lagi budaya di Ubud sering ada pelebon memakai bade tinggi, sehingga nanti tidak perlu lagi harus memutus kabel selama upacara berlangsung," ujarnya. 

Mahayastra meyakinkan, proyek penanaman kabel ini hanya membutuhkan waktu dua bulan.

"Astungkara nanti 2 bulan sudah bisa selesai, karena setiap hari kita bisa menanam 7 sampai 10 meter," ujarnya.

Baca juga: Pasca Hujan Lebat, Ribuan Burung Gereja Tak Bisa Terbang Hingga Mati di Blahbatuh Gianyar

Lebih lanjut dikatakannya, di Ubud ini pihaknya tidak hanya melakukan penanaman kabel.

Tetapi juga menanta pedestrian dan pembangunan patung Ida Tjokorde Sukawati juga akan segera dilakukan.

"Jika semua ini selesai, Ubud akan betul-betul menjadi pariwisata budaya berbasiskan masyarakat. Saya yakin Ubud akan selalu menjadi destinasi terbaik dalam sekala nasional dan internasional," ujarnya. 

Wakil Gubernur Bali, Tjokorde Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, pihaknya mewakili masyarakat Ubud sangat mengapresiasi kinerja Mahayastra selaku Bupati Gianyar.

Sebab di era kepemimpinan politikus PDIP asal Payangan tersebut, apa yang dicita-citakan masyarakat Ubud selama ini bisa terwujud. 

 "Perencanaan penanganan kabel ini sudah ada sejak 5 bahkan 10 tahun lalu, namun ada berbagi kendala sehingga selalu tertunda. Namun di era kepempinan Bapak Bupati ini bisa terealisasi, kita patut apresiasi," ujarnya. (*)

Berita lainnya di Berita Gianyar

 
 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved