Breaking News:

Berita Bali

MA Kabulkan Peninjauan Kembali Kasus Penyelundup Heroin Asal Afrika, Emmanuel Lolos dari Pidana Mati

Robert Khuwana mengatakan, dalam petikan putusan MA tertanggal 7 Mei 2019 itu, Hakim Agung, Prof Surya Jaya mengabulkan permohonan PK terpidana

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Robert Khuwana menunjukan salinan putusan PK Emmanuel. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terpidana kasus penyelundupan kokain yang sebelumnya divonis hukuman mati, Emmanuel O Ihejirika (31) sepertinya kini bisa bernapas lega.

Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) RI mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Warga Negara Asing (WNA) asal Sierra Lione, Afrika itu melalui penasihat hukumnya, Robert Khuwana dan Dr Frans Hendra Winarta.

Robert Khuwana mengatakan, dalam petikan putusan MA tertanggal 7 Mei 2019 itu, Hakim Agung, Prof Surya Jaya mengabulkan permohonan PK terpidana.

Emmanuel tetap dinyatakan terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana mengimpor narkotik golongan I yaitu heroin seberat 467 gram.

Baca juga: Kasus Narkoba Akibatkan Lapas Kerobokan Overcapacity, Pemda Didorong Bangun Tempat Rehabilitasi

Oleh karena itu, Emmanuel dijatuhkan pidana penjara selama 20 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara.

Hakim agung dalam putusan itu juga membatalkan putusan MA nomor 200 K/Pid/2005 tanggal 25 Maret 2005.

Sebelumnya dalam putusan MA tersebut, Emmanuel yang merupakan pedagang obat di negaranya ini dijatuhi hukuman mati.

"Kami sebenarnya sudah menerima petikan putusan sejak November 2019 lalu.

Tapi salinan putusan baru kami dapatkan beberapa hari lalu," terangnya kepada awak media, Senin, 13 September 2021.

Dengan putusan PK yang menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara, maka Immanuel yang sudah menjalani penahanan sejak 2004 lalu bisa bebas pada 2024 mendatang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved