Breaking News:

Berita Bali

MA Kabulkan Peninjauan Kembali Kasus Penyelundup Heroin Asal Afrika, Emmanuel Lolos dari Pidana Mati

Robert Khuwana mengatakan, dalam petikan putusan MA tertanggal 7 Mei 2019 itu, Hakim Agung, Prof Surya Jaya mengabulkan permohonan PK terpidana

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Robert Khuwana menunjukan salinan putusan PK Emmanuel. 

Jika dikurangi remisi semenjak putusan ini dibacakan yaitu pada Mei 2019 lalu, Immanuel bisa saja bebas lebih cepat.

Setelah menerima putusan PK ini, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan jaksa untuk melakukan eksekusi.

Selanjutnya akan mengurus remisi yang didapatkan terpidana sejak putusan ini dibacakan.

"Kami juga akan mengajukan permohonan ke Kemenkumham untuk bisa memindahkan penahanan Emmanuel dari Lapas Nusa Kambangan ke Lapas Porong atau Lapas Kerobokan," ucap Robert Khuwana.

Diketahui, Emmanuel ditangkap Bea Cukai Bandara Ngurah Rai pada 2004 lalu karena menyelundupkan 31 butir kapsul berisi heroin seberat 461 gram.

Baca juga: Bertemu di Bali, Ka BNN RI Golose dan Menteri PPA Soroti Kasus Narkoba Anak di Bawah Umur

Selanjutnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Immanuel dijatuhi hukuman seumur hidup.

Lalu di tingkat banding pada Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, hukuman Emmanuel justru lebih  berat, yakni divonis hukuman mati.

Hukuman mati ini diperkuat lagi dalam putusan kasasi di MA nomor 200 K/ Pid/2005 tanggal 25 Maret 2005. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved