Breaking News:

Berita Denpasar

Sudah 17 Tahun Geluti Profesi Sebagai Tukang Sapu, Begini Cerita Irawati

Di sore itu, Jalanan nampak basah dan licin usai hujan menyambangi Kota dengan Maskot Bunga Jempiring tersebut.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Irawati petugas kebersihan DLHK Kota Denpasar yang sedang menyapu jalanan Kota Denpasar usai hujan. 

"Kita sudah punya lokasi sendiri-sendiri. Kalau pagi dijalan Hasanudin kalau sore di area depan Kantor Gubernur, Bali. Kira-kira jarak nyapunya 500 meter. Di Jalan Hasanuddin juga 500 meter," tambahnya. 

Ia mengatakan tidak masalah kalaupun harus tetap bekerja karena hujan.

Ira menganggap itu memang sudah kewajibannya. 

Petugas Damkar Denpasar dan DLHK Evakuasi Orang Terjebak di Atas Pohon Kelapa yang Diduga Kram Kaki

"Walaupun hujan juga tetap harus bekerja karena itu sudah tugas kita. Kalau gaji tetap. Setimpal lah dengan pekerjaannya, kalau gaji UMR Denpasar. Kalau suami bekerja sebagai supir pengangkut sampah di Perumda Pasar," terang wanita yang berasal dari Solo ini. 

Ira bukan hanya sebagai tukang sapu, dirumah pun ia juga sebagai ibu rumah tangga dengan tiga anak.

Dimana anak pertamanya baru menamatkan pendidikan SMA (Sekolah Menengah Atas), anak keduanya kelas 1 SMP, terakhir anak ketiganya kelas 3 SD.

Ia pun mengakui terdapat kendala pembelian uang pulsa selama anaknya belajar melalui daring. 

Namun sejauh ini, Ira mengatakan masih sangat menyukai pekerjaannya sebagai tukang sapu. Ia pun mengatakan tidak pernah mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan selama ia menyapu jalanan Kota Denpasar

"Saya menjalani profesi ini senang saja. Cuma pas hujan ini sampahnya lengket jadi agak susah disapu. Kalau hujan deras berteduh dulu nanti dilanjutkan nyapu lagi. Saya senang bekerja disini bisa sambil kumpul-kumpul sama teman juga saling berkeluh kesah," tutupnya. (*) 

Ikuti berita terkini Tribun Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved