Breaking News:

KKB Papua

Baku Tembak di Pegunungan Bintang, KKB Pimpinan Lamek Taplo Bekali Diri dengan Senapan Serbu 1

Senjata itu digunakan anggota KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo dalam baku tembak dengan personel TNI Satgas pamtas 403/WP.

Editor: Bambang Wiyono
Pindad.com
Senjata Api Jenis SS1 V2 

TRIBUN-BALI.COM, PAPUA - Persenjataan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) Papua cukup bervariasi dalam melancarkan teror dan menyerang aparat keamanan. 

Pada penyergapan sebelumnya, aparat TNI berhasil mengamankan lima pucuk senjata api, di antaranya ada M-16 yang dilengkapi pelontar granat.

Pihak TNI menyebut, senjata tersebut produksi Amerika Serikat yang diselundupkan melalui Papua Nugini.

Baca juga: SOSOK Lamek Taplo, Pimpinan KKB Papua Penembak Prajurit TNI, Bakar Puskesmas dan Bank

Kali ini, dalam teror di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, KKB pimpinan Lamek Taplo membekali diri dengan senjata api jenis SS1.

Senjata itu digunakan anggota KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo dalam baku tembak dengan personel TNI Satgas pamtas 403/WP.

SS1 adalah singkatan dari Senapan Serbu 1. Dilansir dari wikipedia, di Indonesia senapan serbu itu banyak digunakan oleh TNI dan Polri.

Baca juga: Lengan Prada Ansar Tertembak KKB Papua Lamek Taplo, Puskesmas dan Bank Dibakar

Senapan ini diproduksi oleh PT Pindad Bandung, berdasarkan senapan FN FNC dengan lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia.

Belum diketahui senjata api jenis SS1 terebut apakah hasil rampasan atau dibeli dari negara tetangga Papua Nugini.

Keberadaan SS1 milik KKB tersebut dikonfirmasi Dandim 1715/Yahukimo Letkol Christian Irreuw.

Baca juga: KRONOLOGI Baku Tembak KKB Papua dengan TNI hingga 1 Prajurit Tertembak di Pegunungan Bintang

"Para anggota KKB itu terlihat membawa 3 pucuk senjata SS1 dengan jarak kurang lebih 300 meter dari pos," kata Irreuw dalam pesan singkatnya, Senin (13/9/2021) sore.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved