Breaking News:

HOAKS Megawati Meninggal Dunia, PDIP Bali Duga Ada Aktor Aktor Dan Tendensi Politik Dibaliknya

Made Suparta menjelaskan, total ada 12 akun media sosial diantaranya dari akun Twitter, WhatsApp, Instagram, Youtube hingga TikTok.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / Adrian Amurwonegoro
DPD PDIP Bali membuat laporan atas dugaan tindak pidana penyebaran berita hoaks yang menyebutkan Megawati Soekarnoputri meninggal dunia, di Polda Bali, Selasa 14 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Sekretaris Eksternal Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Provinsi Bali, I Made Suparta mensinyalir ada tendensi politik dan dalang di balik kasus dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong atau hoaks yang menyebutkan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri meninggal dunia.

"Berkas-berkas (alat bukti, screenshot postingan dari pemilik akun medsos,-red) yang kami bawa sudah diterima pak Direktur, secara hukum kami sudah laporkan, nanti tindaklanjutnya Polda Bali, jelas ada dugaan kepentingan politik, ini cara tidak elok, tidak etis, kasar dan tidak berbudaya, pakailah politik santun, jangan main potong kompas cara seperti ini tidak benar," ujar Made Suparta saat dijumpai Tribun Bali.

Laporan polisi bernomor LP/B/505/IX/2021/SPKT/POLDA BALI 14 September 2021 di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) diterima langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho beserta jajaran.

Pihaknya mengapresiasi Polda Bali yang menerima laporan tersebut secara responsif dan segera mempelajari serta menindaklanjuti laporan tersebut untuk menguak maksud dari para terlapor.

Made Suparta menjelaskan, total ada 12 akun media sosial diantaranya dari akun Twitter, WhatsApp, Instagram, Youtube hingga TikTok.

Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah ada pemilik akun terlapor berasal dari Bali, hal itu lah yang akan diminta untuk didalami pihak kepolisian.

"Masih dipelajari pihak Polda Bali, laporan ini serentak di pusat dan provinsi lain dan teman teman di kabupaten kota, proses berikutnya akan dilakukan penyelidikan mengungkap siapa aktor-aktor akun atau dalang mungkin atau siapa dengan maskud jahat niat-niat tidak baik supaya terungkap," paparnya.

"Ini kejahatan terselubung, niat tidak bagus Ketua Umum kami sehat walafiat masih aktif terkait banyak macam urusan negara, urusan partai dikatakan seperti itu, kan tidak benar. Kita hormati jajaran kepolisian mengawal membuka tabir semua masalah, siapa pelaku utama, aktor, dalang dibalik semua ini," tandasnya.

"Kalau locusnya ada di Bali kewenangan Polda Bali secara khusus, kalau kemudian ada di tempat lain, misal di Jakarta tentu jajaran kepolisian yang ada di Polda bersangkutan," imbuhnya.

Made Suparta menyampaikan, upaya pelaporan di Polda Bali dan Polresta di Kabupaten/Kota di Bali ini mendapat dukungan dan dorongan penuh dari Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster.

"Ini inisiatif loyalitas sebagai kader partai, bahwa inilah PDI Perjuangan kami selalu gotong royong, Ketua DPD PDIP Bali kami tentu setiap gerakan, kami minta izin dan laporkan, beliau (I Wayan Koster) merespons luar biasa sangat baik mendorong kepentingan proses penegakan hukum," pungkas dia. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved