Breaking News:

Berita Klungkung

Jadi Mafia Tanah 5,5 Ha, Mantan Kepala Desa di Nusa Penida Kini Mendekam di Sel Tahanan Polda Bali

IKT berulah dengan menjadi mafia tanah menjual 4 bidang tanah seluas 55 ribu meter persegi atau 5,5 hektare dengan perbuatan melawan hukum

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Ary Satriyan didampingi Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali, Ketut Mangku, A.Ptnh., SH., MH dan Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Agus Apriawan, ST., SH., M.Kn dalam press release di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, pada Selasa 14 September 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Kepala Desa Bunga Mekar di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung berinisial I K T (53) kini harus menghirup pengapnya ruangan di balik jeruji besi sel tahanan Polda Bali.

Seolah tak puas pernah menjadi kepala desa, IKT berulah dengan menjadi mafia tanah menjual 4 bidang tanah seluas 55 ribu meter persegi atau 5,5 hektare dengan perbuatan melawan hukum.

Tanah milik orang lain disertifikatkan menjadi nama dirinya kemudian dijual kepada korban pihak ketiga atas nama Ni Made Murniati dengan mengakui bahwa tanah itu miliknya dan bukan tanah bermasalah atau dalam sengketa.

Kasus ini diungkap Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Ary Satriyan didampingi Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali, Ketut Mangku, A.Ptnh., SH., MH dan Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Agus Apriawan, ST., SH., M.Kn dalam press release di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, pada Selasa 14 September 2021.

Baca juga: Kanwil BPN Bali Serahkan 30 Lembar SHM Tanah kepada Warga Desa Sumberklampok Buleleng

"Tersangka IKT yang kebetulan target operasi (TO) Satgas Mafia Tanah, ada satu kasus yang sudah P21 hari ini, di wilayah Klungkung.

Kasus diawali dengan adanya pemilik tanah, awalnya mau mengalihkan balik nama atas namanya yang dititipkan kepada IKT," kata Kombes Pol Ary

"Kebetulan IKT adalah seorang mantan kepala desa, surat-surat pengalihan balik nama diserahkan kepada IKT untuk dibantu dibaliknamakan, namun justru pada tahun 2012 itu IKT membaliknamakan atas nama dirinya sendiri bukan sesuai permohonan pemilik tanah awal," imbuhnya.

Kemudian pada tahun 2016, 5,5 hektare bidang tanah itu dibaliknama atas nama tersangka dan ditawarkan dijual kepada korban calon pembeli yakni Ni Made Murniati dan suaminya I Nengah Setar, tanpa disadari oleh pemilik tanah awal.

Mereka tertarik untuk membeli tanah yang ditawarkan tersangka yang mengakui tanah miliknya karena memiliki pemandangan bagus dan bukan tanah sengketa. Bahkan IKT menjamin tidak akan ada masalah di kemudian hari.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved