Breaking News:

Berita Klungkung

Diduga Lakukan Penggelapan dan Penipuan, Mantan Kades Bunga Mekar Mendekam di Penjara Lagi

Mantan Kepala Desa Bunga Mekar berinisial I Ketur Tamtam (53), harus mendekam di jeruji besi untuk kedua kalinya.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: M. Firdian Sani
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Mantan Kepala Desa Bunga Mekar berinisial I Ketut Tamtam (53) saat berada di Kejari Klungkung, Rabu (15 September 2021). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Mantan Kepala Desa Bunga Mekar berinisial I Ketur Tamtam (53), harus mendekam di jeruji besi untuk kedua kalinya.

Setelah sempat ditahan karena kasus korupsi, pria yang juga mantan PNS ini kembali ditahan karena dugaan kasus tindak pidana menyuruh atau memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta autentik, penipuan, dan penggelapan.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti terhadap kasus tersebut dilakukan di Kejaksaan Negeri Klungkung, Rabu (15 September).

Ia datang didampingi istrinya dan seorang pengacara.

"Berkas perkara kami nyatakan lengkap, dan segera kami limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan," ujar Kasi Intel Kejari Klunhkung Erfandy Kurnia.

Buruh Harian di Denpasar Nyambi Jadi Kurir Sabu, Ujang Dituntut Pidana Bui 9 Tahun

Selanjutnya tersangka akan ditahan sementara di Rutan Klungkung selama 20 hari kedepan, dan jaksa yang akan menangani perkara ini dari Kejari Klungkung dan Kejati Bali.

Diberitakan sebelumnya, Mantan Kepala Desa Bunga Mekar di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung berinisial I Ketut Tamtam (53)  harus menghirup pengapnya ruangan di balik jeruji besi sel tahanan Polda Bali.

Ia berulah menjadi mafia tanah menjual 4 bidang tanah seluas 55 ribu meter persegi atau 5,5 hektare dengan perbuatan melawan hukum.

Tanah milik orang lain disertifikatkan menjadi nama dirinya kemudian dijual kepada korban pihak ketiga atas nama Ni Made Murniati dengan mengakui bahwa tanah itu miliknya dan bukan tanah bermasalah atau dalam sengketa.

Kasus jni diungkap Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Ary Satriyan didampingi Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali, Ketut Mangku, A.Ptnh., SH., MH dan Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Agus Apriawan, ST., SH., M.Kn dalam press release di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, pada Selasa 14 September 2021.

Baca juga: MA Kabulkan Peninjauan Kembali Kasus Penyelundup Heroin Asal Afrika, Emmanuel Lolos dari Pidana Mati

Tamtam pun diduga melanggar tindak pidana menyuruh atau memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta autentik, atau penipuan, atau penggelapan, sebagaimana dimaksud dalam oasal 266 ayat 1 KUHP atau pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara di atas 5 tahun. (*)

Ikuti berita terkini Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved