Tenis

Juergen Klopp Terinspirasi dan Mengagumi Petenis Remaja Emma Raducanu

Klopp mengatakan, petenis remaja itu telah menginsipirasinya untuk mulai lebih sering menyaksikan turnamen tenis putri.

Editor: DionDBPutra
AFP/MATTHEW STOCKMAN / GETTY IMAGES
Emma Raducanu berpose dengan trofi juara US Open setelah mengalahkan Leylah Annie Fernandez dari Kanada di USTA Billie Jean King National Tennis Center New York, Sabtu 11 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Manajer Liverpool Juergen Klopp mengatakan dirinya menjadi salah satu penggemar baru peraih gelar Grand Slam US Open 2021 asal Inggris Emma Raducanu.

Klopp mengatakan, petenis remaja itu telah menginsipirasinya untuk mulai lebih sering menyaksikan turnamen tenis putri.

Klopp mengaku terpikat dengan penampilan Raducanu yang masih berusia 18 tahun mengalahkan petenis asal Kanada berusia 19 tahun Leylah Fernandez dalam partai final akhir pekan lalu.

Baca juga: Leylah Fernandez Merasa Seperti Cinderella Seusai Final US Open

Baca juga: Emma Raducanu Cetak Sejarah dan Banjir Ucapan Selamat Setelah Juarai US Open

“Kami juga menyaksikan wawancara antara dua petenis belia itu. Bagaimana mereka berbicara pada usia mereka yang masih 18 dan 19 tahun itu membuat saya terinsipirasi. Saya takjub dengan cara mereka menampilkan dirinya,” kata Klopp, seperti dikutip Reuters, Selasa 14 September 2021.

Petenis Inggris Emma Raducanu bersukaria  dengan trofi juara US Open setelah memenangkan laga final melawan Leylah Fernandez dari Kanada di USTA Billie Jean King National Tennis Center  New York, Sabtu 11 September 2021.
Petenis Inggris Emma Raducanu bersukaria dengan trofi juara US Open setelah memenangkan laga final melawan Leylah Fernandez dari Kanada di USTA Billie Jean King National Tennis Center New York, Sabtu 11 September 2021. (ADP/KENA BETANCUR)

Menurut pria berkebangsaan Jerman tersebut, tenis putri saat ini berada di jalur yang tepat setelah pertarungan penuh sensasi antara petenis remaja non-unggulan di lapangan turnamen Grand Slam.

Ia bahkan menyebut Raducanu sebagai bakat terbaik abad ini.

“(Final) itu mengesankan. Sudah lama sekali saya tidak menonton pertandingan tenis dari awal hingga akhir, dan bahkan lebih lama sejak saya menonton pertandingan tenis putri. Saya sangat terkesan dengan kekuatan dan kecepatannya,” kata Klopp.

“Emma menunjukkan respek yang besar untuknya. Mereka tahu dan berharap mereka akan sering saling berhadapan di masa mendatang dan berada di lebih banyak final. Itulah sportivitas yang hebat dalam olahraga elite. Betapa rendah hatinya Anda, ketika masih muda dan berada di puncak,”

“Saya pasti akan lebih sering menonton tenis putri daripada beberapa tahun belakangan ini,” ujarnya.

Gelar Raducanu sangat istimewa

Andy Murray menjabarkan gelar US Open Emma Raducanu sangat istimewa setelah ia menjadi petenis putri Inggris Raya pertama yang memenangi gelar tunggal Grand Slam dalam 44 tahun, pada Sabtu 11 September 2021.

Sembilan tahun setelah Murray memenangi gelar Grand Slam pertamanya di US Open, Raducanu yang berusia 18 tahun mencengangkan dunia tenis dengan mengalahkan sesama remaja Leylah Fernandez di Flushing Meadows.

Raducanu, pemain kualifikasi pertama yang memenangi gelar Grand Slam, tidak kehilangan satu set pun sepanjang turnamen.

Petenisn Inggris Emma Raducanu saat melawan petenis AS Shelby Rogers pada putaran keempat tunggal putri turnamen Tenis AS Terbuka 2021 di   New York, 6 September 2021.
Petenisn Inggris Emma Raducanu saat melawan petenis AS Shelby Rogers pada putaran keempat tunggal putri turnamen Tenis AS Terbuka 2021 di New York, 6 September 2021. (AFP/TIMOTIUS A. CLARI)

"Luar biasa yang dia lakukan di sana," kata Murray, yang dia sendiri mengakhiri penantian Inggris Raya atas gelar Grand Slam putra selama 76 tahun, ketika ia mengalahkan Novak Djokovic pada final 2012, kepada BBC yang dikutip Reuters, Selasa 14 September 2021.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved