Breaking News:

Tenis

Leylah Fernandez Merasa Seperti Cinderella Seusai Final US Open

Petenis berusia 19 tahun itu, bersama dengan juara US Open Emma Raducanu, menuai banyak pujian dari seluruh dunia setelah penampilannya di US Open.

Editor: DionDBPutra
AFP/AL BELLO/ GETTY IMAGES
Petenis Kanada Leylah Annie Fernandez meraih trofi runner-up setelah dikalahkan Emma Raducanu dari Inggris final tunggal putri US Open di USTA Billie Jean King National Tennis Center New York City, Sabtu 11 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Petenis remaja Kanada Leylah Fernandez merasa seperti Cinderella setelah terjebak dalam banyak wawancara menyusul langkahnya yang tak terduga masuk ke final US Open.

Petenis berusia 19 tahun itu, bersama dengan juara US Open Emma Raducanu, menuai banyak pujian dari seluruh dunia setelah penampilannya yang mengagumkan di Flushing Meadows, New York.

Setelah dua pekan yang intens, Fernandez menata rambutnya terurai saat berbagi panggung yang sama dengan selebritas papan atas dalam acara Met Gala di New York, serta muncul di acara talkshow.

Baca juga: Emma Raducanu Cetak Sejarah dan Banjir Ucapan Selamat Setelah Juarai US Open

Baca juga: Kemenangan atas Djokovic di Final US Open Terasa Manis bagi Daniil Medvedev

Dia juga telah menandatangani kesepakatan baru dengan sponsor.

Emma Raducanu  berpose dengan trofi juara US Open setelah mengalahkan Leylah Annie Fernandez dari Kanada  di USTA Billie Jean King National Tennis Center New York, Sabtu 11 September 2021.
Emma Raducanu berpose dengan trofi juara US Open setelah mengalahkan Leylah Annie Fernandez dari Kanada di USTA Billie Jean King National Tennis Center New York, Sabtu 11 September 2021. (AFP/MATTHEW STOCKMAN / GETTY IMAGES)

"Rasanya seperti saya adalah Cinderella," kata Fernandez memberi komentar soal kehadirannya di Met Gala, sambil duduk bersama sesama petenis Kanada Felix Auger Aliassime, dikutip dari Reuters.

"Semuanya datang begitu cepat."

Meski saat ini dia tengah naik daun, ada beberapa hal yang tidak ingin dia ubah, salah satunya adalah ayahnya, Jorge, tetap menjadi pelatih utamanya.

Jorge, pemain sepak bola kelahiran Ekuador yang awalnya hanya tahu sedikit tentang tenis, membantu Fernandez mengalahkan tiga unggulan peringkat lima besar dalam perjalanan ke final, termasuk juara bertahan Naomi Osaka.

"Saya beruntung memiliki dia sebagai pelatih dan sebagai ayah karena dia sudah berada di sana sejak awal," kata Fernandez, yang naik dari peringkat 73 menjadi 28 pada peringkat WTA hanya dalam dua pekan.

"Dia mengenal saya sejak awal dan dia tahu apa yang harus dilakukan dan kapan waktu yang tepat untuk istirahat dan kapan waktu yang tepat untuk membawa pemain lain masuk."

"Pada akhirnya saya tahu bahwa ayah saya akan berada di samping saya untuk waktu yang lama."

Pada saat pesenam AS Simone Biles dan petenis Jepang Osaka menyoroti kesehatan mental atlet dengan mengungkapkan perjuangan mereka untuk mengatasi tekanan ekspektasi, Fernandez bersyukur dengan dukungan kuat dari timnya.

"Saya hanya mencoba melakukan apa yang bisa saya lakukan, apa yang bisa saya kendalikan," kata Fernandez. (antara)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved