Pesawat Jatuh di Papua

Berikut Detik-detik Pesawat yang Diawaki Pilot Mirza Tabrak Gunung Curam Papua, 3 Orang Tewas  

Berikut Detik-detik Pesawat yang Diawaki Pilot Mirza Tabrak Gunung Curam Papua, 3 Orang Tewas  

Istimewa/Satgas Pamrahwan Yonif Mekanis 521/DY
Suasana di Bandara Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (14/9/2021) pagi. Proses evakuasi pesawat Rimbun Air masih berlangsung. Pesawat jatuh dan hancur. OPM dilaporkan menguasai lokasi jatuhnya pesawat. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Dunia dirgantara Indonesia kembali berduka setelah jatuhnya pesawat Rimbun Air cargo seri Twin Other 300 PK-OTW.

Pesawat naas itu sebelumnya dikabarkan hilang kontak dalam penerbangan dari Nabire menuju Intan Jaya.

Pesawat itu lepas landas dari Nabire sekitar pukul 06.40 WIT dengan muatan bahan bangunan.

Dari penyelidikan sementara terungkap, pesawat itu menabrak gunung kemudian jatuh dan pesawat pecah menjadi serpihan.

Baca juga: KRONOLOGI Pesawat Rimbun Air Jatuh di Daerah yang Dikuasai KKB Papua, Hancur Terbakar

Pesawat kargo yang diawaki tiga orang yaitu, pilot Hj Mirza, kopilot Fajar dan teknisi Iswahyudi tersebut mulai hilang kontak Rabu (15/9/2021) pagi, pukul 07.37 WIT.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menyebutkan, pesawat Rimbun Air cargo seri Twin Otter 300 ini take off dari Kabupaten Nabire menuju Intan Jaya pukul 06.40 WIT dengan membawa muatan bahan bangunan.

Kemudian pada pukul 07.30 WIT, Airnav Sugapa melakukan komunikasi terakhir dengan pilot Rimbun Air sebelum akhirnya hilang kontak.

Baca juga: Pesawat Rimbun Air Jatuh di Lokasi yang Dikuasai KKB Papua Pimpinan Zakius

Kapolres Intan Jaya AKBP Andi Sultan, saat dihubungi melalui sambungan telepon menduga pesawat menabrak gunung terlebih dahulu sebelum jatuh.

"Diperkirakan hilang kontak pesawat Rimbun Air PK OTW arah Barat Apron 09 Bandara Bilorai, diduga menabrak gunung," kata Andi.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, kini tim gabungan TNI-Polri bersama pemuda gereja dan tim SAR sedang melakukan evakuasi.

Dari lokasi bandara dengan jatuhnya pesawat sendiri itu 800 meter dan dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor.

Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju perbukitan untuk sampai di titik jatuhnya pesawat.

"Kondisi secara riil baik pesawat maupun kru kita masih menunggu tim sampai di TKP," kata Kamal.

Pada saat pesawat akan jatuh, cuaca di sekitar lokasi kejadian kurang mendukung.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved