Breaking News:

PON XX Papua

Boy Ingatkan Ancaman Teroris di PON Papua, BNPT Pantau 399 Grup Radikalisme

Mantan Kapolda Papua itu mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh jaringan intelijen untuk memberikan masukan

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar saat memaparkan hasil survei Nasional BNPT 2020 dalam konferensi persnya di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar meminta seluruh pihak mewaspadai kemungkinan terjadinya aksi terorisme dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Boy mengatakan, serangan terorisme di penyelenggaraan PON XX Papua bisa saja terjadi.

”Kita sudah memberikan masukan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, karena serangan terorisme dalam PON itu adalah sebuah keniscayaan,” kata Boy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu 15 September 2021.

Baca juga: Kimia Farma Akui Telah Skorsing Karyawannya yang Ditangkap Densus 88 Diduga Teroris

Baca juga: Ganyang Terorisme, Polda Bali Gelar Apel Siaga Operasional Power Of Hands Kapolda Bali

Mantan Kapolda Papua itu mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh jaringan intelijen untuk memberikan masukan dan meminta peningkatan kewaspadaan jelang penyelenggaraan PON XX yang dihelat pada 2 sampai 15 Oktober mendatang.

Ia mengingatkan Papua merupakan daerah yang memiliki kaitan dengan kelompok radikal ISIS.

Hal itu terbukti dari penangkapan sebanyak 11 orang di Merauke pada akhir Mei 2021 silam.

Selain itu, Papua juga merupakan daerah yang berkaitan dengan aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Aksi-aksi kekerasan tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pegunungan.

"Bahkan ada di kawasan PT FI [Freeport Indonesia] sendiri, terutama di Kuala Kencana telah ada tindakan penembakan terhadap WNA," ujarnya.

Boy berkata, situasi ini menjadi catatan yang disampaikan dalam masukan BNPT ihwal situasi di Papua jelang penyelenggaraan PON XX. Menurutnya, pihaknya masih akan membahas perkembangan situasi ini bersama Menko Polhukam, Mahfud MD, pada pekan ini.

”Ini tentu jadi catatan yang perlu diperhatikan dan kami BNPT memberikan masukan kepada petugas penanggung jawab di bidang keamanan dan besok pun masih dibahas kembali bersama Menko Polhukam, rencananya pada Jumat siang," tutur Boy.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved