Breaking News:

Serba Serbi

Pantangan Makan Daging Hewan Kaki Empat, Berikut Aturan Penekun Spiritual

Sejak zaman nenek moyang, ilmu kebatinan memang menjadi awal dari sebuah kawisesan atau menimbulkan sebuah kekuatan di dalam diri

Istimewa
Jero Balian Bayu saat semedi dengan mantra pertama dan mantra kedua. 

"Ini pula membantu memelihara kesehatan, membakar unsur negatif dalam diri seperti emosi berlebih, stress, kebiasaan buruk bahkan ilmu hitam," tegasnya.

Ada dua mantra yang kerap ia ucapkan. Mantra pertama 'Ong Ang Surya Gni Ujwala Ya Namah Swaha'.

Lalu mantra kedua 'Ong Ah Candra Windu Amretha Sarira Sudha Yanamah Swaha'. Tentunya sebelum semedi, ia melakukan ritual pembersihan diri terlebih dahulu.

Pertama dengan melakukan penyucian diri atau mehening hening dan bisa juga malukat kemudian lafalkan mantra.

"Lakukan setelah Puja Tri Sandya untuk memurnikan badan, hati dan pikiran," katanya.

Baca juga: Alas Metapa, Wisata Spiritual di Bangli Tempat Dalem Tarukan Bertapa

Tempelkan telapak tangan di pusar atau nabhistana, dengan mengucapkan mantra pertama di dalam hati dan bayangkan api suci Brahma hidup (murub ikang gni ring nabhi ).

Setelah itu, niatkan segala unsur negatif termasuk penyakit yang ada dalam diri dan imajinasikan semua unsur negatif tersebut terbakar ke dalam api Brahma tersebut.

Lakukan berulang-ulang sampai terasa jelas imajinasi semua energi negatif tersebut hangus terbakar.

Setelah selesai, tempatkan tangan di lutut sambil membaca mantra kedua di dalam hati berulang-ulang sambil imajinasikan bulan yang sinarnya menyejukan di atas ubun-ubun (Siwadwara ) dan bayangkan dari sinar tersebut mengalir air penyembuh yang menghanyutkan segala kotoran pada badan, hati dan pikiran.

"Demikian meditasi Dwi Aksara Ang & Ah selesai, akhiri dengan mengucap puji syukur kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa atas pemberkatan beliau," tegasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved