Breaking News:

Berita Bali

Vony Ngaku Jadi Kurir Sabu di Bali untuk Biaya Obat Orangtua

Vony Jayanti (30) mengaku menjadi kurir sabu karena beralasan terdesak kebutuhan biaya berobat orangtuanya.

Putu Candra
Vony menjalani sidang perdananya secara daring. Ia diadili karena diduga terlibat peredaran sabu - Vony Ngaku Jadi Kurir Sabu di Bali untuk Biaya Obat Orangtua 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Vony Jayanti (30) mengaku menjadi kurir sabu karena beralasan terdesak kebutuhan biaya berobat orangtuanya.

Sebagai konsekuensinya, Vony ditangkap polisi.

Vony menjalani sidang perdana secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rabu 15 September 2021.

Oleh JPU I Dewa Gede Anom Rai, ia dikenakan dakwaan alternatif.

Baca juga: Buruh Harian di Denpasar Nyambi Jadi Kurir Sabu, Ujang Dituntut Pidana Bui 9 Tahun

Dakwaan pertama, pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Atau kedua, perbuatan terdakwa dinilai melanggar pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Dari dakwaan jaksa penuntut, kami mewakili terdakwa tidak mengajukan eksepsi. Sehingga sidang dilanjutnya dengan pembuktian, yakni menghadirkan para saksi," jelas Pipit Prabhawanty, pengacara dari Pusat Bantuan Hukum Peradi (PBH) Denpasar yang ditunjuk mendampingi terdakwa.

Sementara itu dibeberkan dalam surat dakwaan, Vony terlibat dalam bisnis sabu berawal ketika diperintah oleh Gatep (buron) mengambil bungkusan tas plastik berisi 2 plastik klip sabu beratnya masing-masing 99,44 gram dan 99,17 gram.

Selanjutnya terdakwa membawa paket tersebut ke kosnya di Jalan Kembang Matahari Denpasar.

Malam harinya ia kembali diperintah Gatep untuk memecah 2 paket sabu itu menjadi beberapa paket kecil dengan berat bervariasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved