Breaking News:

Berita Bali

Tayeb Ajukan Penangguhan Penahanan, Majelis Hakim Masih Mempertimbangkan

Zainal Tayeb (56) didampingi penasihat hukumnya mempertanyakan permohonan penangguhan pengalihan penahanan yang telah diajukan kepada majelis hakim

Istimewa
Zainal Tayeb didampingi penasihat hukum dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat menjalani sidang yang berlangsung secara daring - Tayeb Ajukan Penangguhan Penahanan, Majelis Hakim Masih Mempertimbangkan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Zainal Tayeb (56) didampingi penasihat hukumnya mempertanyakan permohonan penangguhan pengalihan penahanan yang telah diajukan kepada majelis hakim.

Hal itu disampaikan penasihat hukum Zainal Tayeb seusai mendengarkan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis 16 September 2021.

Pengusaha kelahiran Mamasa 25 April 1965 ini menjadi terdakwa dugaan tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik.

Terkait permohonan penangguhan penahanan itu, majelis hakim pimpinan I Wayan Yasa menyatakan masih mempertimbangkan.

Baca juga: Ditangani 5 Jaksa Kejari Badung, Kasus Zaenal Tayeb Akan Disidangkan Perdana pada 16 September 2021

"Kondisi klien kami tidak sehat dan sudah kami lampirkan surat keterangan dari dokter. Untuk itu kami telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan," ucap Mila Tayeb selaku penasihat hukum terdakwa dari balik layar monitor.

"Kami akan pertimbangkan itu," jawab Hakim Ketua I Wayan Yasa.

Dalam perkara ini Zainal Tayeb dikenakan dakwaan alternatif oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Ramdhoni.

Dakwaan kesatu, perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 266 ayat (1) KUHP.

Atau kedua, perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP.

Terhadap dakwaan JPU, terdakwa Zainal Tayeb melalui penasihat hukumnya mengajukan keberatan (eksepsi).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved