Breaking News:

Uang Hasil Kejahatan TPPU Bertumpuk-tumpuk Dipamerkan Sepanjang 5 Meter

Di dalam plastik itu kemudian ditumpuk lagi secara vertikal hingga hampir menutupi meja konfrensi pers.

Editor: DionDBPutra
Ilustrasi
Mabes Polri memperlihatkan barang bukti uang lebih dari setengah triliun terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) kasus penjualan obat ilegal. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Bertumpuk-tumpuk uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu terhampar di depan awak media yang biasa mangkal di Mabes Polri.

Uang itu dimasukkan di dalam kemasan plastik. Di dalam satu plastik terdapat 8 hingga 11 gepokan uang Rp 100 ribuan dan Rp 50 ribuan. Tumpukan uang itu kemudian diletakan di lantai, dijejerkan memanjang hingga 5 meter.

Di dalam plastik itu kemudian ditumpuk lagi secara vertikal hingga hampir menutupi meja konfrensi pers.

Sementara di depan meja itu tertulis total jumlah uang tersebut yang mencapai Rp 531 miliar.

Baca juga: Diduga Lakukan Penggelapan & Pencucian Uang Perusahaan Rp 11 Miliar,Novita Dituntut 13 Tahun Penjara

Baca juga: 11 Cara Benny Tjokro Lakukan Pencucian Uang, Kini Divonis Seumur Hidup Kasus PT Asuransi Jiwasraya

Uang lebih dari setengah triliun itu adalah barang bukti tindak pidana pencucian uang (TPPU) kasus penjualan obat ilegal.

Polri dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK0 menyita uang itu setelah menangkap DP, tersangka penjualan obat secara ilegal di Indonesia yang sudah melakukan kejahatannya sejak 2011 hingga 2021.

Join investigasi Bareskrim dan PPATK itu bermula dari pengembangan penanganan peredaran obat ilegal yang dilaksanakan Polres Mojokerto.

Polisi kemudian mendapati transaksi keuangan mencurigakan yang diduga hasil kejahatan tersangka DP.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan uang itu disita setelah Polri dan PPATK melakukan penelusuran terhadap rekening-rekening DP yang ada di 9 bank. "Kita telusuri Rp 531 miliar yang dapat kami sita," kata Agus.

DP sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini. Menurut Agus, DP sebenarnya tidak punya keahlian dalam bidang farmasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved