Breaking News:

KKB Papua

Detik-detik Evakuasi Jenazah Suster Gabriela, TNI Ditembaki KKB Papua dari Seberang Jurang

Jenazah Suster Gabriella ditemukan di jurang sedalam 300 meter beberapa hari setelah penyerangan KKB ke Puskesmas Kiwirok.

Editor: Bambang Wiyono
Penrem 172/PWY for Tibun-Papua.com
Jenazah suster Gabriella Maelani (22), koban kekerasan KKB Papua di Distrik Kiriwok, Kabupaten Pegunungan Bintang, akhirnya dievakuasi dari jurang. 

TRIBUN-BALI.COM, PAPUA - Aparat TNI dan Polri berhasil mengevakuasi mayat Suster Gabriella Maelani (22) dari jurang.

Suster Gabriella adalah tenaga kesehatan (Nakes) korban tewas penyerangan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.

Saat itu, KKB Papua pimpinan Lamek Taplo melakukan pembakaran Puskesmas, perumahan Nakes, sekolah, kantor perwakilan bank dan pasar.

Baca juga: Cerita Dokter Ditikam Belati dari Belakang, Lompat ke Jurang, Saat Puskesmas Kiwirok Diserang KKB

Dalam aksi kejam itu, KKB juga melukai para Nakes hingga mereka lari terjun ke jurang.

Lima Nakes termasuk seorang dokter ditemukan dalam kondisi selamat namun penuh luka-luka.

Sedangkan Suster Gabriella jenazahnya ditemukan di jurang sedalam 300 meter beberapa hari setelah penyerangan.

Saat dilakukan evakuasi, kelompok KKB masih sempat menembaki aparat, Jumat (17/9/2021).

Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, saat evakusi berlangsung, KKB menembaki petugas dari seberang jurang.

Sempat terjadi baku tembak dan aparat akhirnya berhasil memukul mundur KKB.

"Selama proses evakuasi, personel gabungan TNI-Polri sempat mendapatkan gangguan tembakan dari KKB yang dilakukan dari seberang jurang lokasi jenazah Suster Gabriela ditemukan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, Jumat (17/9/2021).

"Gangguan ini dapat diatasi oleh personel," katanya.

Gabriela Meilan
Gabriela Meilan (istimewa/ Kapolres Pegunungan Bintang)

Baca juga: KKB Papua Bakar Puskesmas di Distrik Kiwirok, 2 Nakes Hilang Terjun ke Jurang

Jurang Kemiringan 90 Derajat

Kamal mengatakan, selain diganggu oleh KKB, aparat juga kesulitan mengevakuasi jenazah Suster Gabriella karena kondisi medan yang berbahaya.

Jenazah sang suster berada di jurang yang terjal dengan kemiringan 90 derajat. Menurutnya, evakuasi jenazah membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Baca juga: INILAH Kronologi KKB Pimpinan Lamek Taplo Serang Aparat, Bakar Rumah Warga hingga Puskesmas

"Kondisi medan yang terjal dengan kemiringan 90 derajat dan kedalaman 300 meter, membat personel yang bertugas mengalami kesulitan," ujar dia.

Setelah berhasil diangkat, jenazah sang suster disemayamkan di Koramil Kiwirok dan akan dievakuasi ke Jayapura pada Sabtu (18/9/2021) dengan menggunakan helikopter milik TNI AU.

Puskesmas Dibakar KKB

Marselinus Ola Attanila, tenaga kesehatan Puskesmas Kiwirok yang selamat bercerita jika Puskesmas menjadi lokasi pertama yang didatangi oleh KKB.

Saat itu para tenaga kesehatan sudah waspada karena mereka sudah mendapatkan informasi akan ada penyerangan KKB ke Pos Pamtas.

Namun ternyata KKB menyerang Puskesmas. Mereka menyiram bensin dan membakar Puskesmas.

"Namun puluhan anggota KKB justru menyerang Puskesmas. Mereka memecahkan kaca dan mulai menyiram bensin dan membakar puskesmas. Jadi Puskesmas yang dibakar pertama, kemudian bangunan lainnya," sambung Ola.

Setelah membakar Puskesmas, KKB membakar barak dokter. Saat itu di barak ada dokter, suster dan mantri.

"Karena (barak dokter) dibakar mereka berusaha menyelamatkan diri. Dokter sempat digiring ke pinggir jurang, lalu ditendang masuk ke jurang," kata Ola.

Ia bersama tiga rekan suster lainnya yakni suster K, suster A dan suster G bersembunyi di barak medis

Nahas, KKB juga membakar tempat persembunyian mereka sehingga mereka pun terpaksa keluar.

"Saat itu kami berempat bersembunyi di kamar mandi, namun karena mereka mulai membakar, kami pun keluar tapi mereka ternyata telah menunggu di depan barak dengan senjata lengkap dan panah, lalu kami ke belakang mereka juga ada di sana, sementara api semakin membesar," ungkap Ola.

"Saat menemukan ketiga suster, mereka langsung kumpulkan dan melakukan tindakan tidak manusiawi. Ketiganya ditelanjangi, disiksa, wajahnya dipukul bahkan ada yang ditikam. Membuat ketiga suster ini tidak berdaya dan pingsan," cerita Ola.

KKB kemudian melempar mereka lagi ke jurang. Beruntung suster A dan K berhasil selamat dan sadar dari pingsannya. Sementara suster Gabriella meninggal dunia.

Ola menyaksikan kekejaman tersebut saat bersembunyi di antara pohon dan semak-semak.

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul https://regional.kompas.com/read/2021/09/18/074400578/detik-detik-tni-polri-evakuasi-jenazah-suster-gabriela-dari-jurang-kkb?page=all#page2

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved