Breaking News:

Serba Serbi

Roh Leluhur dan Para Dewa Beryoga, Anggara Kliwon Kulantir Berbarengan Dengan Purnama

Setelah Wuku Ukir, maka dilanjutkan dengan Wuku Kulantir yakni pada Anggara Kasih Kulantir yang jatuh pada Selasa Kliwon Kulantir

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Roh Leluhur dan Para Dewa Beryoga, Anggara Kliwon Kulantir Berbarengan Dengan Purnama 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah Wuku Ukir, maka dilanjutkan dengan Wuku Kulantir yakni pada Anggara Kasih Kulantir yang jatuh pada Selasa Kliwon Kulantir.

Hari itu tepat pada 21 September 2021, dan berbarengan pula dengan Purnama.

Dalam lontar Sundarigama, diyakini pada hari suci itu, adalah sebagai hari Bhatara Mahadewa melakukan yoga semadi.

Sehingga umat Hindu disarankan melakukan persembahyangan, serta membuat sesajen persembahan-persembahan serba kuning.

Baca juga: Keistimewaan Lahir Sabtu Paing Ukir, Panjang Umur hingga 108 Tahun, Begini Peruntungannya

Baik berupa nasi kuning sapangkon, memakai lauk daging ayam putih siungan betutu, sedah woh 22 buah, dan sedah apon seperlunya.

Lalu upacara dilakukan di sanggah.

Menurut lontar Sundarigama koleksi Geria Gede Banjarangkan, Klungkung, makna perayaan hari suci Anggara Kasih Kulantir adalah menciptakan ketahanan diri.

Hal itu sesuai dengan makna Kulantir sebagai pertahanan diri.

Umat Hindu berharap dapat mempertahankan diri, dari berbagai cobaan, tantangan, rintangan, bencana dan lain sebagainya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved