Breaking News:

Sponsored Content

Lembaga Dakwah Islam Indonesia Membuat Gebrakan dalam Rangka Menyambut World Cleanup Day 2021

Lembaga Dakwah Islam Indonesia membuat gebrakan dalam rangka menyambut World Cleanup Day 2021. Gebrakan itu adalah kampanye pilah sampah dari rumah

LDII
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso (dua dari kiri) membuka acara Gerakan WCDI secara daring, Minggu 19 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Chriswanto Santoso, saat membuka acara Gerakan World Cleanup Day Indonesia (WCDI) 2021 bersama warga LDII, menyebut Gerakan WCD Indonesia 2021 menyampaikan keprihatinannya.

Ia mengutip data National Plastic Action Partnership, volume plastik sampah di Indonesia pada tahun 2020 sudah mencapai 6,8 juta ton dan tumbuh sebesar lima persen setiap tahun.

"Penyelesaian sampah harus dari hulu yakni rumah tangga. WCD 2021 jadi momentum LDII untuk mengedukasi warganya, memilah sampah untuk mengatasi persoalan lingkungan global," tegas Chriswanto, Minggu 19 September 2021.

"Persoalan sampah itu seharusnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, karena sampah itu berawal dari kita masyarakat, dan kita yang berada di ujung itu harus melakukan pemilahan secara bijak," imbuhnya.

Baca juga: Overload, TPA Sente Klungkung Tampung 6 Truk Sampah Sehari, DLH Butuh Mesin Pengolah Residu

Ia juga menyitir data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang pada 2019 mencatat timbunan sampah mencapai 67,8 juta ton per tahun yang terdiri dari sampah organik 57 persen, sampah plastik sebesar 15 persen dan kertas 11 persen sedangkan lainnya sekitar 17 persen.

"Tentu kita ingin menjaga lingkungan ini jauh lebih baik, maka kami mengajak lagi dalam rangka hari bersih-bersih sampah dunia untuk mulai memilah sampah dengan benar, bukan hanya membersihkan dunia, insyaallah ini bisa juga menjadi penopang ekonomi warga." imbuhnya.

Menurutnya, untuk peduli terhadap lingkungan, DPP LDII telah membentuk Kader Gemilang.

Mereka adalah pemuda yang peduli lingkungan hidup.

“Kami juga mendorong pondok-pondok pesantren melestarikan lingkungan dengan mengolah dan memilah sampah,” ujarnya.

Menurutnya sampah yang tak dikelola dengan baik, bisa merusak lingkungan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved