Breaking News:

Israel

Tahanan Palestina di Israel Kayed al-Fasfous Sudah Mogok Makan Selama 67 Hari

Ada 4.850 tahanan Palestina di penjara Israel, termasuk 40 perempuan, 225 anak dan 40 tahanan administratif, menurut sejumlah lembaga.

Editor: DionDBPutra
AFP/JACK GUEZ
Militan Palestina Mohammad Ardah (kanan) menghadiri sidang via zoom di Kota Nazareth Israel, 19 September 2021. Ardah, satu dari enam militan Palestina yang melarikan diri dari penjara dengan keamanan tinggi, ditangkap kembali pada 10 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, RAMALLAH - Enam tahanan Palestina di Israel melanjutkan mogok makan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan penahanan administratif Israel.

Demikian menurut LSM Palestina pada Minggu 19 September 2021.

Palestinian Prisoners Society (PPS) melalui pernyataan menyebutkan bahwa tahanan Kayed al-Fasfous menjadi yang paling lama melakukan aksi mogok makan, yakni sejak 67 hari yang lalu.

Baca juga: Israel Bekuk Dua Milisi Palestina yang Kabur dari Penjara Berkeamanan Tinggi

Baca juga: 6 Warga Palestina Kabur dari Penjara Israel Berkeamanan Tinggi

Kebijakan penahanan administratif Israel memungkinkan otoritas Israel memperpanjang penangkapan seorang tahanan tanpa tuduhan setelah masa vonis selama enam bulan berakhir.

Ada 4.850 tahanan Palestina di penjara Israel, termasuk 40 perempuan, 225 anak dan 40 tahanan administratif, menurut sejumlah lembaga yang mengurusi para tahanan.

Sebelumnya diwartakan, polisi Israel pada Sabtu 18 September 2021 menangkap dua terakhir dari enam milisi Palestina yang melarikan diri dari sebuah penjara berkeamanan tingkat tinggi.

Kepolisian Israel mengatakan di Twitter, kedua milisi itu ditemukan di distrik timur Kota Jenin.

"Pengejaran berhasil diselesaikan dalam operasi gabungan IDF, Dinas Keamanan Masyarakat dan Pasukan Khusus Kepolisian tadi malam di Kota Jenin. Dua milisi yang melarikan diri dari penjara sudah ditangkap," kata juru bicara militer Israel Avichay Adraee.

"Dua penyabot itu menyerah, Nayef Kamamji dan Munadel Yacoub Infeiat, setelah militer dan polisi mengepung rumah tempat mereka bersembunyi di Jenin."

Menyusul kaburnya narapidana dari penjara Gilboa pada 6 September, dua dari enam milisi berhasil ditangkap pada 10 September dan dua milisi lagi diamankan pada hari berikutnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved