Breaking News:

Berita Bali

Terkait Rencana Penerapan Ganjil Genap di Tempat Wisata, Ini Kata Kapolda Bali

Sistem ganjil genap yang akan diberlakukan pada tanggal 25 September 2021, hingga kini masih dalam tahap sosialisasi ke masyarakat oleh petugas

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra saat mendatangi apel pembentukan Satgas Covid-19 Satuan Pengamanan Wilayah Bali di Pantai Kuta pada Senin 20 September 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra berikan tanggapan terkait penerapan sistem genap ganjil yang akan diberlakukan dalam waktu dekat, Senin 20 September 2021.

Sistem ganjil genap yang akan diberlakukan pada tanggal 25 September 2021, hingga kini masih dalam tahap sosialisasi ke masyarakat oleh petugas kepolisian.

"Sistem genap ganjil ini juga merupakan kebijakan dari pusat (pemerintah).

Kemudian disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing," ujar Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Senin 20 September 2021.

Baca juga: Penanganan Covid Tidak Hanya ke Warga Lokal, Kapolda Bali: Pengawasan Juga Dilakukan ke WNA

Lebih lanjut, Kapolda Bali menyebut penerapan sistem ganjil genap di Provinsi Bali sebagai uji coba dengan menyasar wilayah Kuta, Badung dan Sanur, Kota Denpasar.

"Itupun sepenggalnya, tidak semuanya, hanya jalan tertentu, waktunya juga ditentukan sabtu dan minggu, jamnya juga ditentukan," jelasnya.

Dalam penerapan sistem tersebut, waktu yang diterapkan hanya berlaku pada hari Sabtu dan Minggu saja.

Pada pagi hari, jam ganjil genap akan berlangsung mulai dari pukul 06.30 wita sampai pukul 09.30 wita.

Di waktu sore, aturan tersebut berlangsung dari pukul 15.00 wita sampai dengan pukul 18.30 wita.

Namun begitu, ia memastikan untuk saat ini aturan masih disosialisasikan terlebih dahulu sebelum pelaksanaannya diberlakukan.

"Jadi sebagai sosialisasi dulu ya, harus seperti apa penerapan itu," terangnya.

Adapun dengan kebijakan tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra berharap dengan adanya penerapan ini, masyarakat yang berkunjung dapat tekendali.

"Kita harapkan dengan penerapan itu, terkendali ya orang yang keluar masuk ke wilayah tempat wisata," pungkasnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved