Breaking News:

Berita Bali

Bandara Ngurah Rai Belum Dibuka untuk Penerbangan Internasional, Pemprov Bali Usul Agar Dikaji Ulang

Ia mengaku bahwa kebijakan itu sendiri diambil sebagai bagian dari menjaga Indonesia dari penyebaran virus Covid varian baru dari luar negeri

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kedatangan terminal domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Sabtu 4 September 2021. Bandara Ngurah Rai Belum Dibuka untuk Penerbangan Internasional, Pemprov Bali Usul Agar Dikaji Ulang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemerintah pusat memutuskan untuk menutup sejumlah bandara di Indonesia dari penerbangan internasional.

Kebijakan ini sendiri dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengantisipasi masuknya virus Covid-19 varian B.1.621 atau varian Mu.

Pun begitu, hanya dua bandara yang diizinkan oleh pemerintah untuk melayani penerbangan internasional, yakni Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, dan Sam Ratulangi, Manado.

Keputusan ini sendiri tertuang dalam Surat Edaran Kemenhub Nomor 74 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dari Luar Negeri dengan Transportasi Udara.

Baca juga: Penerbangan Internasional Dibatasi Hanya di 2 Bandara di Indonesia, Ngurah Rai Bali Tidak Termasuk

Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak 17 September 2021 dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi pandemi Covid-19.

Sedangkan, Bandara Internasional Ngurah Rai sendiri justru masuk dalam sejumlah bandara yang ditutup oleh pemerintah pusat dari penerbangan internasional.

Terkait hal tersebut, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace mengaku kecewa dengan adanya penerapan tersebut.

Padahal, menurutnya Bandara Ngurah Rai sendiri menjadi bandara yang secara kesiapan sudah memenuhi standar untuk melayani penerbangan internasional di masa pandemi.

"Bali dijadikan untuk essential arrival, kan kelengkapan aturan sudah," katanya saat dikonfirmasi, Selasa 21 September 2021.

Ia berharap pemerintah pusat mengkaji keputusan tersebut dan menjadikan Bali sebagai salah satu daerah karantina internasional.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved