Breaking News:

Berita Klungkung

Bupati Suwirta Harapkan Kerang Abalon Dapat Menjadi Seafood Unggulan di Nusa Penida

Abalon ini merupakan spesies karang yang juga dikenal sebagai karang mata tujuh atau siput balik batu.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Dok. Pemkab Klungkung  
Bupati Suwirta ketika mengecek budidaya kerang abalon di Nusa Lembongan. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Usai mengunjungi perencanaan penataan destinasi wisata, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, Dewa Ketut Sueata Negara melihat Budidaya Abalon di pesisir Pantai Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Senin 20 September 2021. 

Abalon ini merupakan spesies karang yang juga dikenal sebagai karang mata tujuh atau siput balik batu.

Bupati Suwirta menjelaskan, kerang abalon ini mempunyai kandungan protein yang luar biasa.

Abalon ini nantinya diletakkan dan nempel di pipa, kemudian diletakkan dibawah keranjang tempat budidaya.

Untuk jenis makannya, yaitu rumput lamu yang ada dipesisir pantai. 

"Hari ini saya melihat budidaya abalon yang sebelumnya sudah kita kembangkan bersama Balai Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan Gondol beberapa waktu lalu. Nah, jika budidaya ini nantinya berhasil akan kita lanjutkan dan tentunya bisa menjadi seafood unggulan untuk kuliner pariwisata khususnya di Nusa Penida," harap Bupati Suwirta.

Selain di laut, Abalon ini juga bisa dikembangkan di darat seperti yang dilakukan oleh Balai Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan Gondol dengan proses menyedot air.

Abalon ini  menjadi unggulan di bidang perikanan, diharapkan kedepan perkembangann abalon ini bisa berjalan lancar.

Bupati Suwirta juga sudah menugaskan salah satu anggota Kelompok Nelayan Bakung Sari,  Kadek Jaya untuk terus membangkitkan perkembangan abalon ditempat ini.

"Semoga apa yang kita lakukan ini khususnya untuk mengembangkan kebutuhan pokok kuliner bisa berjalan lancar dan tentunya membuahkan hasil yang maksimal," harapnya. 

Demplot (demontrasi plot) kerang abalon di Desa Lembongan, dilakukan di tiga kawasan di sekitar Jembatan Kuning, Desa Lembongan.

Ada sekitar 3000 ekor kerang abalon yang dikembangkan dalam demplot di Nusa Lembongan, bekerjasama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budi  Daya Laut  Gondol, Buleleng.

Tujuannya untuk penganekaragaman sektor perikanan, terlebih dalam situasi pandemi seperti saat ini.

Baca juga: Terkikis Aliran Sungai Saat Hujan Deras, Jalan Pengurai Kemacetan di Desa Gelgel Klungkung Ambrol

Baca juga: Jelang PTM di Klungkung, Anggaran Angkutan Siswa Hanya Cukup 14 Hari, Sucitra: Sekitar Rp 243 Miliar

Baca juga: Kasus Covid-19 Kian Melandai, Polres Klungkung Tetap Bagikan Vitamin Guna Jaga Imun Warga

Selama ini kerang abalon dikenal sebagai komoditas bernilai tinggi karena sering diolah menjadi makanan lezat dan mahal.

Bahkan kerang abalon sangat digemari oleh wisatawan Korea dan Tiongkok. (*) 
 

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved