Breaking News:

Tips Kesehatan

Berapa Persen Harapan Hidup Pasien Gagal Ginjal Usai Transplantasi dan Cuci Darah? Ini Penjelasannya

Kalau bisa jangan parah baru berobat. Biasanya kita akan melakukan skrining kencing dan pemeriksaan fungsi ginjal terlebih dahulu

Kolase via Intisari
Ilustrasi ginjal - Berapa Persen Harapan Hidup Pasien Gagal Ginjal Setelah Transplantasi dan Cuci Darah? Berikut Penjelasannya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Prof. DR. dr. I Gde Raka Widiana SpPD, KGH, selaku Kepala Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Udayana atau RSUP Sanglah Denpasar memberikan penjelasan bagaimana cara mengobati pasien penyakit gagal ginjal.

Ia menyarankan agar jangan datang berobat ketika kondisi sudah parah, lebih baik melakukan skrining dari awal.

"Kalau bisa jangan parah baru berobat. Biasanya kita akan melakukan skrining kencing dan pemeriksaan fungsi ginjal terlebih dahulu.

Sementara pada kasus kencing manis harus secara dini dideteksi dengan pengecekan gula darah.

Baca juga: Apakah Sering Duduk Bisa Memicu Penyakit Ginjal?

Hipertensi, diperiksa tekanan darah secara rutin, kalau ada tekanan darah tinggi konsul ke dokter dan diobati.

Kalau ada batu apakah tersumbat nah harus dikeluarkan dengan dioperasi, atau ditembak kalau infeksi harus diobati. Kalau radang ginjal diobati penyakit dasarnya agar tidak terlalu berat," katanya pada, Rabu (22 September 2021).

Untuk mencegah gagal ginjal sedari awal hendaknya mengatur pola makan agar fungsi ginjal tidak memburuk.

Namun jika fungsi ginjal sudah menurun hingga 5 persen dari kapasitas pembersihannya, maka harus mengikuti prosedur pengobatan seperti cuci darah dan Transplantasi ginjal.

Dan Prof Raka juga mengatakan kedua pengobatan tersebut tentunya tidak menyembuhkan penyakit gagal ginjal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved