Breaking News:

Berita Bali

Kakesdam IX/Udayana Sebut Vaksinasi Covid-19 Jadi Salah Satu Kunci Penurunan Level PPKM

Di samping itu, vaksinasi booster untuk 800 tenaga kesehatan TNI di Bali maupun 32.000 di nakes di Bali sudah dilaksanakan.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kepala Kesehatan Kodam IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika (kiri) bersama Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak (tengah) dan Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf (kanan). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Kesehatan Kodam IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika menyampaikan bahwa salah satu kunci penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) adalah dengan vaksinasi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan telah intens secara virtual berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) termasuk Kakesdam IX/Udayana untuk monitoring level PPKM Bali.

"Pada PPKM Level 3 ini ditekankan vaksinasi ditingkatkan, karena salah satu dasar menentukan level PPKM adalah vaksinasi, pada PPKM Level 3 beberapa item dilonggarkan, seperti mal dan obyek wisata dibuka, anak dibawah 12 tahun ke bawah bisa masuk mal, dan edukasi aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat aktivitas di ruang publik," ujar Made Mardika saat dijumpai Tribun Bali, di Korem 163/Wira Satya, Denpasar, Bali, pada Rabu 22 September 2021.

Di Bali sendiri, diungkapkan Kakesdam IX/Udayana bahwa target dan sasaran ditingkatkan kepada orang lanjut usia (Lansia) yang capaiannya masih menyentuh angka 60 persen untuk dosis pertama dan perlu ditingkatkan.

Baca juga: Ayah Alm.Pratu Ida Bagus Putu Merantau ke Kalbar Sejak 1992,Gus Onthi Sempat Tinggal di Bali Setahun

Di samping itu, vaksinasi booster untuk 800 tenaga kesehatan TNI di Bali maupun 32.000 di nakes di Bali sudah dilaksanakan.

Dipastikan Kakesdam, jumlah ketersediaan stok vaksin di Bali mencukupi.

Dengan digalakkan vaksinasi membentuk kekebalan komunal, Made Mardika menyampaikan, bahwa saat ini di Bali kasus konfirmasi positif COVID-19 mulai melandai dan kesembuhan meningkat.

Kendati demikian pihaknya tidak ingin mengendorkan kesiapsiagaan tenaga medis mengatasi pasien COVID-19.

"Saat ini kasus kesakitan menurun dan kesembuhan tinggi, kasus sakit COVID-19 berat menurun makanya PPKM turun juga levelnya Pasien COVID-19 di RSAD hanya yang dengan gejala ringan tidak ada masuk ICU, jumlah tingkat hunian atau BOR juga rendah," paparnya.

"Meskipun kasus melandai Nakes TNI selalu siap dilibatkan, tidak ada istilah pengurangan, harus siap kapanpun," pungkasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved