Breaking News:

Berita Klungkung

Pembukaan Pembelajaran Tatap Muka di Klungkung Diundur 4 Hari,Kapasitas Maksimal per Kelas 50 Persen

PTM ini dilaksanakan mundur lagi 4 hari dari usulan Kadisdik Klungkung, I Ketut Sujana, yang mengusulkan PTM dimulai pada Kamis (23/9/2021)

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa/Pemkab Klungkung
Rapat Satgas Covid-19 Klungkung bersama dengan Dinas Pendidikan di Ruang Widya Mandala, Setda Klungkung, Rabu (22/9/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Klungkung diputuskan untuk mulai dilaksanakan, Senin 27 September 2021.

Hal ini dilakukan agar persiapan sekolah benar-benar matang jelang penerapan PTM.

Hal ini sempat dibahas saat rapat Satgas Covid-19 Klungkung bersama dengan Dinas Pendidikan di Ruang Widya Mandala, Setda Klungkung, Rabu (22/9/2021).

PTM ini dilaksanakan mundur lagi 4 hari dari usulan Kadisdik Klungkung, I Ketut Sujana, yang mengusulkan PTM dimulai pada Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Bawa 1 Klip Narkotika, Wanita Asal Mergan Klungkung Diamankan BNNK Karangasem

"Kami akan gunakan waktu persiapan ini untuk kembali mematangkan kembali kesiapan sekolah," ujar Kadisdik Klungkung, I Ketut Sujana.

Ia menjelaskan, secara teknis untuk pembelajaran tatap muka terbatas ini, maksimal 50 persen kapasitas dan jarak duduk minimal 1,5 meter.

Sehingga per kelas harus maksimal terisi 18 orang peserta didik.

Pembelajaran tatap muka diterapkan dengan prokes ketat, dan pembelajaran juga diselingi dengan pembelajaran daring.

Sehingga seorang siswa akan menjalani 3 hari pembelajaran tatap muka, dan 3 hari pembelajaran daring.

" Pembelajaran tatap muka terbatas akan ditutup jika ada indikasi kurang aman, atau adanya peningkatan angka kasus Covid-19 dan peningkatan level PPKM," jelasnya.

Sementara itu terkait dengan izin orang tua, untuk jenjang SD, 95,65 persen orang tua mengizinkan anaknya untuk pembelajaran tatap muka.

 Sementara untuk jenjang SMP, sudah 93 persen orang tua mengizinkan anaknya untuk pembelajaran tatap muka.

" Bagi siswa yang tidak diizinkan orang tuanya untuk ikut pembelajaran tatap muka, tetap kami layani untuk daring. Secara prinsip intinya kami sudah siap," tegasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved