Berita Denpasar

Rencana Penerapan Ganjil Genap di Sanur, Bendesa Intaran Keberatan dan Minta Kajian Lebih Lanjut

Rencana Penerapan Ganjil Genap di Sanur, Bendesa Intaran Keberatan dan Minta Kajian Lebih Lanjut

Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Situasi lalu lintas di kawasan Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar, Rabu 22 September 2021. Kawasan Sanur dan Kuta menjadi pilot project penerapan sistem ganjil genap untuk menekan mobilitas warga selama PPKM Level 3 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rencana penerapan sistem ganjil genap di kawasan pantai Sanur oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali mendapat tanggapan dari Bendesa Adat Intaran, Sanur, Denpasar, I Gusti Agung Alit Kencana.

Pihaknya meminta agar dilakukan kajian terkait jumlah pengunjung yang akan ke Pantai Sanur khususnya di wilayah Desa Adat Intaran.

“Sebenarnya sebelum menerapkan harus ada kajian, seberapa banyak pengunjung yang masuk ke pantai. Mungkin yang dilihat hanya saat Sabtu Minggu saja,” kata Kencana saat dihubungi Rabu, 22 September 2021 siang.

Ia mengatakan jika screening digelar di sepanjang jalur Jalan Danua Tamblingan pihaknya meminta agar ada kejelasan.

Karena yang beraktivitas di wilayah tersebut bukan hanya warga atau wisatawan yang akan ke pantai, melainkan banyak warga lokal.

“Nanti bagaimana antisipasinya di Jalan Danau Tamblingan, karena itu kan hanya satu jalur saja yang ke sana dan aktivitas warga lokal banyak di sana, bukan ke pantai saja,” katanya.

Pihaknya juga meminta bagaimana kebijakan terkait aktivitas warga yang nganyud sekah ataupun ngaben.

Selain itu, di kawasan Sanur juga ada setra atau kuburan yang berada dekat pantai.

“Itu nanti seperti apa perlakuannya. Memang pada prinsipnya itu untuk memecah kerumunan, tapi harus dilihat juga apakah penerapannya di kita pas atau tidak,” katanya.

Pihaknya pun mengaku cukup berat jika menerapkan sistem ganjil genap di kawasan Jalan Danau Tamblingan.

Apalagi sampai saat ini pariwisata di kawasan Sanur belum dibuka normal sehingga tak banyak aktivitas wisata di kawasan tersebut.

“Ini perlu kajian lebih lanjut. Kalau Jalan Danau Tamblingan agak berat, karena lebih banyak aktivitas masyarakat lokal di sana daripada berlibur ke pantai. Apalagi pariwisata di Sanur belum normal, tidak banyak aktivitas wisata di sana,” katanya.

Pengunjung Pantai Sanur di hari Minggu pertama PPKM level 3
Pengunjung Pantai Sanur di hari Minggu pertama PPKM level 3 (Tribun Bali/Putu Supartika)

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Denpasar juga meminta agar dilakukan kajian terlebih dahulu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved