Breaking News:

Afghanistan

Retno: Indonesia Diharapkan Terus Berkontribusi untuk Afghanistan yang Damai

Abdullah merupakan mantan kepala pemerintah Afghanistan pada masa pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.

Editor: DionDBPutra
AFP/JOSE LUIS MAGANA
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi 

TRIBUN-BALI.COM - Indonesia diharapkan terus berkontribusi untuk Afghanistan yang damai, stabil, dan sejahtera, seperti disampaikan Ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional 2020-2021 Dr. Abdullah Abdullah kepada Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

Dalam pembicaraan telepon per Selasa 21 September 2021, kedua tokoh tersebut saling bertukar pikiran dan membahas situasi di Afghanistan saat ini, menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh kelompok Taliban pada Agustus 2021.

“Ini bukan merupakan engagement (pendekatan—red) pertama saya dengan beliau (Abdullah). Beberapa kali kami bertemu dalam kapasitas beliau di pemerintahan Afghanistan sebelumnya,” tutur Retno ketika menyampaikan keterangan pers secara virtual dari New York, Amerika Serikat, pada Rabu 22 September 2021.

Baca juga: Anak-anak Perempuan di Afghanistan Sudah Kembali ke Sekolah

Baca juga: INILAH Alasan Taliban Melarang Murid Putri Masuk Sekolah di Afghanistan, Disiapkan Tempat Khusus

Abdullah merupakan mantan kepala pemerintah Afghanistan pada masa pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.

Sebagai pendukung proses perdamaian di Afghanistan, kata Menlu Retno, Indonesia memfokuskan upaya pada dua isu utama yang sering kali disebut sebagai building blocks, yaitu kerja sama di kalangan ulama dan pemberdayaan perempuan.

“Saya tekankan, kepentingan Indonesia hanya satu, yaitu ingin melihat rakyat Afghanistan menikmati perdamaian, sejahtera, dan pemenuhan hak-haknya, termasuk hak-hak perempuan,” tutur Retno, yang sedang berada di New York untuk mengikuti rangkaian Sidang ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB).

Dengan memanfaatkan forum dunia tersebut, Menlu RI terus mengangkat isu Afghanistan termasuk dalam pertemuan bilateral dengan mitra-mitranya dari Turki, Arab Saudi, Inggris, dan Jordan.

Indonesia berbagi pandangan yang sama dengan negara-negara tersebut dalam menyikapi isu Afghanistan, terutama pada pentingnya penghormatan terhadap hak-hak perempuan di Afghanistan.

“Kami juga membahas pentingnya OKI untuk menyampaikan pesan (tersebut) kepada pemerintah sementara Afghanistan,” ujar Menlu Retno, merujuk pada Organisasi Kerja Sama Islam.

Utusan khusus China dan Rusia

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved