Breaking News:

Berita Badung

Sempat Ditawar Ratusan Juta Rupiah, Warga di Mengwi Badung Kembali Buat Bonsai Terbang ke-4

Pulau yang terbang pun kini lebih banyak yakni ada 3 pulau yang seakan terlihat terbang. Bahkan di bagian bawahnya juga terdapat tumpukan batu

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kreator Bonsai Avatar Kadek Sudima Yasa saat menyemprot Bonsai Avatar keempat di Banjar Pande Mengwi, Kecamatan Mengwi Badung pada Rabu 22 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Warga di Banjar Pande Mengwi, Kecamatan Mengwi Badung kembali membuat bonsai dengan konsep terbang.

Bonsai yang diberi nama konsep avatar ini berbeda dari bonsai yang berkonsep terbang sebelumnya.

Perbedaannya pun sangat mencolok, jika pada Bonsai Avatar ke-3, bonsai yang ditanam dengan jenis pohon beringin, selain itu terlihat hanya satu pulau yang terbang dengan rantai sebagai penyangganya, namun untuk yang avatar ke-4, jenis tanaman yang ditanam yakni pohon Cemara sargenti.

Pulau yang terbang pun kini lebih banyak yakni ada 3 pulau yang seakan terlihat terbang. Bahkan di bagian bawahnya juga terdapat tumpukan batu.

Baca juga: Wisnu Temaja Menggeluti Tanaman Setelah Pensiun, Koleksi Bonsai Seharga Setengah Miliar di Badung

Kreator Bonsai Avatar Kadek Sudima Yasa saat ditemui Rabu 22 September 2021 mengatakan banyak perbedaan yang terdapat dari avatar sebelumnya dengan yang sekarang.

Pasalnya untuk pembuatan avatar yang ke-4 harus dipersiapkan dengan matang mengingat ada 3 tumpukan pulau yang ditopang.

"Jadi masih sama dengan konsep awal. Hanya saja ini ada tiga pulau yang seakan terlihat terbang," ujarnya.

Dijelaskan saat ini juga diberi tumpukan batu di bawahnya, dengan filosofi sebagai penyeimbang.

Pasalnya tumpukan batu juga merupakan seni yang bisa dirasakan penikmatnya sendiri.

"Masih tetap rantai sebagai penopangnya, jadi kalau dilihat rantai itu bukan penopang, melainkan pulau itu seakan terbang dan terikat oleh rantai. Jadi rantai ini kita pilih khususnya yang kualitas bagus besinya," ucapnya sembari mengatakan jadi semua yang digunakan adalah bahan bekas, rantainya pun kita beli di besi-besi bekas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved