Breaking News:

Berita Bali

Terkait Aturan Sistem Ganjil Genap di Sanur dan Kuta Bali, Akan Ada Pelonggaran untuk Aktivitas Ini

Terkhusus mungkin ada kegiatan lain misal di lokasi Pantai Sanur, ada kegiatan adat istiadat, pemilik hotel, tamu menginap, terkhusus kendaraan itu

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Bincang Tribun Bali antara Pemred Tribun Bali Sunarko dan Wadirlantas Polda Bali AKBP Bima Aria Viyasa 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kebijakan sistem ganjil-genap di wilayah Sanur dan Kuta bakal dilonggarkan untuk kegiatan-kegiatan tertentu seperti adat istiadat maupun tamu yang menginap di hotel pada hari Libur Nasional, Sabtu-Minggu dan Hari Libur Fakultatif.

Hal ini disampaikan Wakil Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali, AKBP Bima Aria Viyasa dalam Program Bincang Tribun Bali.

"Terkhusus mungkin ada kegiatan lain misal di lokasi Pantai Sanur, ada kegiatan adat istiadat, pemilik hotel, tamu menginap, terkhusus kendaraan itu nanti kita akan siapkan staf personel khusus yang mumpuni yang dapat melakukan pengecekan di lokasi," ujar Bima.

Pemberlakuan sistem ganjil genap diberlakukan per Sabtu 25 September 2021 pada akhir pekan yang diperuntukkan bagi kendaraan pribadi mobil dan motor yang akan mendatangi lokasi-lokasi wisata dengan pengecekan dan pemeriksaan melalui plat nomor.

Baca juga: Rencana Penerapan Ganjil Genap di Sanur, Bendesa Intaran Keberatan dan Minta Kajian Lebih Lanjut

Ganjil Genap dilaksanakan terbatas pada kurun waktu tertentu saja, pada pagi hari 06.30 - 09.00 Wita dan sore hari 15.00 - 18.00 Wita dengan personel yang bertugas dari Ditlantas Polda Bali, Satlantas Polresta Denpasar ditambah dengan kekuatan Polsek di wilayah, Dishub, Pamong Praja hingga Pecalang desa adat setempat.

Ia menjelaskan, dalam sistem ganjil genap untuk menekan kembali angka fatalitas atau kasus positif COVID-19 yang berangsur-angsur saat ini sudah mulai pulih.

"Di saat level PPKM masuk Level 3 perlu ada antisipasi dari pimpinan atau pemerintah bahwa ada nuansa dimana kegiatan pariwisata harus dikontrol, ada pemikiran-pemikiran kaitannya dengan upaya untuk membatasi kegiatan masyarakat yang kaitannya dengan PPKM Level 3," paparnya.

Ia menekankan, target utama sistem ganjil genap di Bali adalah membatasi aktivitas di lokasi wisata berkoordinasi dengan dengan Desa Adat, berbeda halnya dengan di DKI Jakarta.

"Target utama ganjil genap ini mungkin tidak seperti ganjil genap yang ada di Jakarta, sedikit berbeda karena hanya pada lokasi wisata yang sudah ditunjuk oleh pimpinan, dalam hal ini ada dua lokasi yang direncanakan untuk ganjil genap sesuai koordinasi dengan desa adat setempat," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved