Breaking News:

Amerika Serikat

Kamala Harris Galang Dana Global untuk Hadapi Pandemi di Masa Depan

Harris juga mengumumkan kontribusi senilai 250 juta dolar AS dari Amerika Serikat untuk memulai upaya pembentukan dana global itu.

Editor: DionDBPutra
AFP/DREW ANGERER/ GETTY IMAGES
Ekspresi Wakil Presiden AS Kamala Harris saat bicara soal pandemi Covid-19 secara virtual pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dari Gedung Putih pada 22 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris meminta negara-negara dan perusahaan di seluruh dunia untuk menciptakan dana kesehatan global senilai 10 miliar dolar AS untuk persiapan menghadapi pandemi di masa depan.

Harris juga mengumumkan kontribusi senilai 250 juta dolar AS dari Amerika Serikat untuk memulai upaya pembentukan dana global itu. Demikian dikatakan seorang pejabat Gedung Putih.

Wapres AS akan menyampaikan permintaan pengumpulan dana global itu selama pertemuan tingkat tinggi virtual tentang Covid-19 yang diadakan di sela-sela Sidang Umum PBB, Rabu 22 September 2021.

Baca juga: Wapres AS Kamala Harris Jadi Sorotan, Ternyata Ada Makna Mendalam Dibalik Busana Ungu

Baca juga: Media China Tuding Wapres AS Kamala Harris Berusaha Pecah Belah Asia

Pertemuan itu berfokus membahas upaya untuk meningkatkan vaksinasi di seluruh dunia dengan tujuan mengakhiri pandemi Covid-19 pada akhir 2022.

Kama Harris memimpin sesi pertemuan yang membahas pencegahan pandemi di masa depan, kata seorang pejabat senior pemerintah AS.

"Kepemimpinannya selama beberapa bulan terakhir telah mencakup keterlibatan yang sangat spesifik dalam mempersiapkan diri untuk pandemi berikutnya," kata seorang pejabat senior pemerintah AS tentang Wapres Kamala Harris.

"Dia (Harris) mengatakan bahwa kita jelas tidak siap untuk pandemi berikutnya," kata pejabat itu, seraya menambahkan bahwa untuk bersiap, semua pihak perlu membangun sumber daya untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menerapkan "semacam struktur tata kelola peringatan dini pandemi."

Selama pidatonya, Harris juga akan meminta negara-negara untuk membuat suatu dewan penanganan ancaman kesehatan global, yang akan membawa pembahasan tentang ancaman biologis ke tingkat kepala negara untuk mendorong akuntabilitas di antara negara-negara, kata pejabat itu.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen (kanan) bersama Wakil Presiden Kamala Harris berbicara tentang pengasuhan anak di Departemen Keuangan di Washington, DC, pada 15 September 2021.
Menteri Keuangan AS Janet Yellen (kanan) bersama Wakil Presiden Kamala Harris berbicara tentang pengasuhan anak di Departemen Keuangan di Washington, DC, pada 15 September 2021. (AFP/NICHOLAS KAMM)

Sebelumnya pada Rabu pagi 22 September 2021, pemerintah Amerika Serikat berjanji untuk membeli 500 juta lebih dosis vaksin Covid-19 untuk disumbangkan ke negara-negara lain karena AS menghadapi tekanan yang meningkat untuk berbagi pasokan vaksinnya dengan seluruh dunia.

Amerika Serikat juga telah dikritik karena merencanakan pemberian suntikan vaksin penguat (booster) untuk warga Amerika yang telah divaksin lengkap sementara jutaan orang di seluruh dunia masih belum mendapatkan vaksin sama sekali.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved