Breaking News:

Berita Bangli

Pemkab Bangli Resmi Lakukan Pinjaman Rp75 Miliar untuk Tingkatkan Standar Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Bangli secara resmi telah melakukan pinjaman daerah sebesar Rp75 miliar.

Istimewa
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi perwakilan DPRD Bangli I Gusti Komang Bagus Triana Putra saat melakukan penandatanganan perjanjian pinajaman daerah sebesar Rp75 Miliar secara daring, Kamis 23 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pemerintah Kabupaten Bangli secara resmi telah melakukan pinjaman daerah sebesar Rp75 miliar.

Hal tersebut diketahui pasca penandatanganan perjanjian pinjaman antara Pemkab Bangli dengan Direktur Pembiayaan dan Investasi PT. SMI, Kamis 23 September 2021.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menjelaskan, tujuan dari pinjaman ini adalah untuk meningkatkan standar dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.

Sebab menurutnya, peningkatan mutu dan layanan kesehatan tidak terlepas dari ketersediaan sarana dan prasarana yang representatif.

Baca juga: Bupati Bangli Tandatangani MoU dengan Pemkab Tabanan dan Lombok Barat

“Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, DJPK, PT. SMI dan tim terkait lainnya,” ucap dia.

Jumlah pinjaman yang terealisasi sebesar Rp75 miliar. Sedana Arta mengatakan, pinjaman tersebut dialokasikan untuk pembangunan gedung di RSU Bangli sebanyak 2 blok gedung, yakni Gedung 1A dan 1B.

Adapun mengenai peruntukannya, kata Sedana Arta, gedung 1A yakni di lantai B1, difungsikan untuk Laboratorium dan Radiologi; Lantai 1 untuk IGD, Bank Darah dan Farmasi; Lantai 2 untuk ruang bersalin, Perinatologi, dan NICU; serta Lantai 3 untuk ICU, ICCU dan Fisiotherapy.

Baca juga: Anggota DPRD Bangli Nengah Darsana Soroti Program Hibah Eksekutif

“Sedangkan Gedung 1B yakni lantai B1 untuk Poliklinik, Rekam Medik dan Farmasi Poli; Lantai 1 untuk Poliklinik dan HD (homodialisa/cuci darah); Lantai 2 untuk CSSD (instalasi pelayanan sterilisasi), ruang persiapan untuk operasi, dan ruang pemulihan untuk operasi. Sedangkan lantai 3 untuk ruang operasi,” paparnya.

Sedana Arta menambahkan, pelaksanaan kegiatan pembangunan Gedung 1A dan Gedung 1B RSU Bangli telah memiliki tinjauan terhadap aspek lingkungan dan sosial.

Di mana pihaknya menegaskan jika pembangunan dua gedung tersebut tidak berdampak pada masyarakat adat ataupun mengganggu lingkungan penduduk.

Baca juga: Bobol Toko Kelontong di Kintamani Bangli, Maling Gondol 20 Karung Beras, Rokok, hingga CCTV

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved