Breaking News:

Berita Klungkung

Pulang dari Kerja di Luar Negeri, Sugiarta Pilih Budidaya Ikan Lele, Sebulan Bisa Panen 200 Kg Ikan

Pembudidaya ikan lele asal Desa Takmung, Klungkung, I Ketut Sugiarta mengeluhkan harga pakan yang selalu naik.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Eka Mita Suputra
Pembudidaya ikan lele, I Ketut Sugiarta saat ditemui di kolam ikannya di Desa Takmung, Jumat 24 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Pembudidaya ikan lele asal Desa Takmung, Klungkung, I Ketut Sugiarta mengeluhkan harga pakan yang selalu naik.

Padahal menurutnya permintaan dan harga ikan lele saat ini cukup bagus.

"Harga pakan saat ini naik terus. Semakin lama panen, biaya pakan tentu makin tinggi. Ini yang saat ini menjadi kendala kami," ungkap Ketut Sugiarta saat ditemui di kolam miliknya di Desa Takmung, Jumat 24 September 2021. 

Sugiarta sebelumnya bekerja di luar negeri.

Lalu ia kembali ke Bali tahun 2019 lalu, dan mencoba melirik budi daya ikan lele untuk usahanya setelah tidak melanjutkan bekerja di luar negeri.

Saat ini ia telah memiliki 8 kolam.

"Saya tonton YouTube, jadi tertarik budidaya ikan lele. Semasih ada kesempatan, saya coba usaha ikan lele ini. Bisalah untuk menghidupi keluarga," ungkap Sugiarta.

Menurutnya harga ikan lele saat ini cukup lumayan bagus, yakni Rp18 ribu perkilogram.

Jika eceran, ikan lele hasil budidayanya dihargai Rp20 ribu perkilogram.

Rata-rata ia panen 3 bulan sekali dengan satu kolam menghasilkan sekitar 200 kilogram ikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved