Breaking News:

Berita Bali

Kasus Covid-19 Mulai Terkendali, Cok Ace Sebut Bali Siap 100% Jika Pariwisata Dibuka untuk Wisman

Oleh sebab itu, dengan berbagai indikator tersebut, wacana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan internasional kembali menyeruak

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa/Humas pemprov Bali
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau yang lebih akrab disapa Cok Ace, Minggu 26 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kondisi penanganan Covid-19 disebut-sebut sudah mulai terkendali dalam beberapa waktu belakangan.

Bahkan, seperti data Satgas Covid-19 Bali pada Sabtu (25/9/2021) kemarin angka terkonfirmasi positif di Bali berjumlah 105 orang dengan angka kesembuhan berjumlah 149 orang dan meninggal sebanyak 9 orang.

Tidak hanya itu, PPKM di Bali sendiri juga turun ke level 3 dari sebelumnya di level 4.

Oleh sebab itu, dengan berbagai indikator tersebut, wacana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan internasional kembali menyeruak.

Baca juga: Mobilitas Warga Kembali Meningkat, Epidemiolog Ingatkan Waspada Puncak Gelombang Ketiga Covid -19

Terkait itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau yang lebih akrab disapa Cok Ace memaparkan bahwa Bali sudah siap menyambut wisatawan mancangera (wisman).

Hal tersebut menurutnya dilihat tidak hanya dari faktor internal, namun dilihat juga dari berbagai faktor pendukung yang memungkinkan pembukaan pariwisata Bali untuk wisman dalam waktu dekat.

Salah satunya adalah, pelaksanaan pertemuan para kepala negara G-20 di Provinsi Bali.

“Salah satunya kita akan menyambut pergelaran akbar WSBK (World Superbike-red) di Mandalika November mendatang, serta G-20 Summit yang rencananya akan digelar tahun 2022 di Bali. Tentu event-event tersebut harus dijadikan momentum, agar masyarakat dunia bisa percaya akan kondisi penanganan Covid-19 di Bali telah berjalan baik,” bebernya, Minggu 26 September 2021.

Selanjutnya, Wagub yang juga menjabat sebagai ketua PHRI Prov Bali ini juga memaparkan berbagai capaian Bali dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19 di Bali.

Dari segi kesehatan menurutnya Bali telah menjadi salah satu Provinsi dengan capaian vaksinasi yang paling tinggi di Indoensia.

Data terakhir capaian vaksinasi ia menyebut di Bali sudah mencapai hampir 97 persen untuk vaksinasi pertama dan lebih dari 73 persen untuk vaksinasi kedua.

Ia menambahkan, program vaksinasi akan terus digenjot agar bulan ini atau paling lambat awal bulan depan bisa tuntas baik vaksin dosis pertama maupun kedua.

Untuk fasilitas kesehatan, ia mengaku Bali sudah disiapkan dengan begitu matang.

Terdapat sekitar 62 RS rujukan Covid-19 dan 25 laboratorium PCR dengan kemampuan mengetes sampel lebih dari 4.000 per hari.

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Bhabinkamtibmas Singakerta Gianyar Ajak Warga Taati Prokes

Selain itu, tenaga kesehatan, obat-obatan hingga oksigen juga sudah sangat memadai di Bali.

Ia melanjutkan, Pemerintah juga telah menyiapkan grand design skema kedatangan wisatawan mancanegara di Bali.

“Dalam grand design tersebut mengatur skema wisatawan mulai dari pintu kedatangan, testing, bagi yang positif akan dirujuk ke RS, sementara yang negatif melanjutkan perjalanan ke hotel karantina, skema berwisata hingga keberangkatan ke negara asal,” jelasnya.

Untuk menjamin keamanan, pemerintah telah menjalin kerjasama dengan TNI/POLRI untuk menjaga secara ketat pintu-pintu masuk Bali, baik di bandara maupun pelabuhan.

“Sehingga orang-orang yang masuk ke Bali benar-benar steril dan bebas dari Covid-19,” imbuhnya.

Pelaku Pariwisata juga menurutnya telah menyiapkan diri dengan baik apabila pariwisata Bali untuk wisman dibuka.

Lebih dari 2.000 hotel, restoran dan destinasi pariwisata sudah mengantongi sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan rencananya 1.200 lagi akan menyusul.

Sementara untuk pelaku pariwisata hingga karyawannya juga rata-rata sudah divaksin dosis kedua.

“Bahkan saat ini kami tengah menggenjot pemakaian aplikasi pedulilindungi di setiap tempat umum di Bali,” tambah Cok Ace.

Mengenai tempat wisata mana yang duluan akan dibuka, tokoh Puri Ubud ini mengaku awal jadwal vaksinasi massal pada Februari yang lalu, ada tiga zona hijau yang akan dibuka yaitu Nusa Dua, Sanur dan Ubud.

Baca juga: Terkonfirmasi Positif Covid di Buleleng Hanya Bertambah Satu Orang, Satgas Ingatkan Disiplin Prokes

“Hal itu ditetapkan karena kita belum bisa mapping ketersediaan vaksin untuk Bali,” singgungnya.

Akan tetapi, melihat ketersediaan vaksin yang memadai dan sudah hampir rampung, ia optimis seluruh Bali bisa dibuka untuk wisman.

Melihat perkembangan kasus Covid-19 yang akhir-akhir ini naik lagi di beberapa negara, Cok Ace juga mengatakan kemungkinan akan selektif memilih negara asal wisman.

“Kami sudah mencatat beberapa negara berdasarkan length of stay di Bali. Ada sekitar empat negara yaitu Amerika, Inggris, Jerman dan Rusia yang rata-rata tinggal di Bali 2 minggu. Tapi itu juga tergantung regulasi, karena itu kita harus benar-benar menyiapkan,” jelasnya.

Lebih dari itu, Wagub juga mengatakan persiapan internal saat ini benar-benar harus dikebut agar bisa membuka pariwisata Bali, seperti term-term regulasi dalam Permenkumham no 34 tahun 2021.

Pemerintah juga menurutnya harus memyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

“Kita harus siapkan plan A, plan B dan seterusnya. Tentu saja kita tidak ingin seperti negara lain seperti Singapore, yang awalnya sudah mau berdamai dengan Covid-19, namun sekarang menghadapi situasi buruk lagi,” tandasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved