Breaking News:

Luhut Menolak Tawaran Mediasi untuk Berdamai dengan Haris Azhar

Tiba di Polda Metro sekitar pukul 08.28 WIB, Luhut menjalani pemeriksaan sekira satu jam. Ia selesai diperiksa sekitar pukul 09.28 WIB.

Editor: DionDBPutra
Humas Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait laporannya terhadap aktivis Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti, Senin 27 September 2021.

Tiba di Polda Metro sekitar pukul 08.28 WIB, Luhut menjalani pemeriksaan sekira satu jam. Ia selesai diperiksa sekitar pukul 09.28 WIB.

”Saya sudah selesai diperiksa oleh penyidik mengenai laporan kemarin, dan saya pikir sudah selesai,” kata Luhut seusai diperiksa.

Baca juga: Luhut Pandjaitan Gugat Haris Azhar Rp 100 Miliar, Haris Enggan Meminta Maaf

Baca juga: Risiko Peningkatan Kasus Masih Tinggi, Menko Luhut Minta Masyarakat Untuk Tidak Euforia

Dalam pemeriksaan itu penyidik sempat menyarankan upaya mediasi dengan terlapor. Penyidik meminta Luhut berdamai dengan Haris dan Fatia.

Upaya mediasi terkait dengan surat telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ihwal pedoman penanganan kasus UU ITE.

Namun Luhut menolak saran mediasi itu. Dia memilih melanjutkan proses hukum sebagai pembelajaran kebebasan yang bertanggung jawab.

”Tadi disampaikan penyidik ada edaran dari Kapolri untuk mediasi, ya silakan aja jalan. Tetapi saya ingin sampaikan supaya kita ini semua belajar bahwa tidak ada kebebasan absolut, sudah berkali-kali saya sampaikan, kebebasan bertanggung jawab,” kata Luhut.

”Ini saya kira penting. Jadi, pembelajaran untuk semua jangan sembarang ngomong. Jangan berdalih hak asasi manusia atau kebebasan berekspresi yang membuat orang lain jadi susah, tidak boleh begitu," kata Luhut.

Luhut mengamini setiap orang memiliki hak asasi untuk mengutarakan pendapat. Namun dia juga menekankan bahwa orang lain yang jadi topik pembicaraan pun memiliki hak asasi.

Menurut Luhut, ia memilih melaporkan Haris dan Fatia untuk membersihkan namanya dari anggapan buruk keluarganya. Dia tak ingin keluarganya berpandangan dirinya melakukan kecurangan di Papua.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved