Breaking News:

Wawancara Tokoh

Dilangsungkan Terbatas Yakni 50 Persen, Begini Skema Pembelajaran Tatap Muka 4 Oktober di Bali

epala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Drs. KN. Boy Jayawibawa, M.Si. mengatakan pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) akan dimulai pada, Senin 4 Okto

Tribun Bali/Wema Satyadinata
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jaya Wibawa. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Drs. KN. Boy Jayawibawa, M.Si. mengatakan pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) akan dimulai pada, Senin 4 Oktober 2021 mendatang.

Beberapa skema pun telah disiapkan, salah satunya pembatasan jumlah murid yang datang ke sekolah yakni sebanyak 50 persen. 

"PTM terbatas artinya hanya 50 persen yang diperbolehkan. Katakan satu rombongan belajar itu 26 siswa, maksimal 18 siswa saja yang ke sekolah."

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Serentak 4 Oktober 2021, Sekolah Tak Boleh Paksa Orangtua Yang Belum Setuju

"Nah yang 18 siswa sisanya akan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ini dilakukan secara bergilir, keesokan harinya yang kemarin PJJ bisa tatap muka dan yang tatap muka belajar melalui online," katanya pada, Selasa 28 September 2021. 

Lebih lanjut Boy mengatakan, sistem pembelajaran secara bergantian ini akan berlaku selama dua bulan saja. Setelah itu pihaknya akan melakukan evaluasi. 

Baca juga: Brahma Senang Mulai Belajar di Sekolah, Hari Pertama Penerapan Sekolah Tatap Muka di Klungkung

"Kita lihat selama dua bulan kalau ada yang terdampak atau terkena dan terpapar Covid-19 harus dihentikan sementara dan tentu nanti si anak harus di-tracing."

"Di masa pengondisian atau adaptasi ini saya sudah ingatkan kepada seluruh kepala sekolah agar jangan langsung masuk pada mata pelajaran karena ini kaitannya dengan unsur tumbuh kembang anak," lanjutnya. 

Baca juga: Pembukaan Pembelajaran Tatap Muka di Klungkung Diundur 4 Hari,Kapasitas Maksimal per Kelas 50 Persen

Nantinya anak-anak akan dibiarkan terlebih dahulu bersosialisasi di sekolah. Sementara untuk jumlah sekolah yang bisa lakukan PTM, Disdik mengembalikan pada satgas Covid-19 setempat. 

"Kalau kami di Bali kurang lebih jumlah sekolah SMA, SMK atau SLB yang tersebar kurang lebih 300 sekolah di Provinsi Bali. Itu Negeri dan Swasta."

"Kemudian ditambah lagi dengan SMP, SD banyak sekali. Namun secara prinsip mereka sudah mengajukan. Tentu kita kembali ke satgas setempat, apakah mereka sudah bisa belajar tatap muka atau belum," tambahnya. (*)

Berita lainnya di Pembelajaran Tatap Muka 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved