Breaking News:

Berita Bangli

Fraksi Golkar Pertanyakan Dana Reses

rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Bangli terhadap rancangan APBD 2022, Selasa 28 September 2021.

Istimewa
Suasana rapat pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bangli, Selasa (28/9) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Dewan Bangli mempertanyakan kesiapan Pemerintah Daerah berkaitan dengan anggaran reses.

Hal tersebut terungkap dalam rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Bangli terhadap rancangan APBD 2022, Selasa 28 September 2021.

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika didampingi wakil ketua I Nyoman Budiada dan I Komang Carles.

Sementara dari eksekutif dihadiri langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

Pada rapat yang berlangsung di ruang Krisna Setda Bangli itu, Fraksi Golkar melalui pembicaranya I Nengah Darsana mengungkapkan sebagai tugas dan fungsi sesuai dengan yang diamanatkan konstitusi, DPRD mempunyai hak dan kewajiban untuk menyerap aspirasi masyarakat (Reses).

Hasil daripada hal tersebut, DPRD pasti menerima berbagai aspirasi yang beragam dari seluruh lapisan masyarakat, yang terbentuk di dalam berbagai kelompok masyarakat.

Baca juga: Dewan Bangli Harapkan Perbaikan Jalan Paving di Depan Pura Ulun Danu Batur dan Penelokan

Baca juga: Eksekutif Serahkan Lima Rancangan Peraturan Daerah, Dewan Bangli Target Selesai Dalam Seminggu

Baca juga: Dewan Bangli Dukung Pengelolaan Kembali Pabrik Kopi Mengani, Dorong Eksekutif Usulkan Hibah Lahan

Aspirasi tersebut bisa saja berbetuk urusan sosial, keagamaan, olahraga, adat-istiadat dan budaya, serta infrastruktur fisik dan peningkatan SDM masyarakat.

“Pertanyaan kami, apakah pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran untuk memenuhi aspirasi tersebut? Meskipun tidak seluruhnya, supaya kegiatan Reses DPRD yang juga sudah memakai anggaran daerah tidak mubazir dan cenderung hanya formalitas saja tanpa ada hasil tindak lanjutnya. Mohon penjelasannya,” ucap dia.

Fraksi partai berlogo pohon beringin itu juga menyinggung soal tujuh skala prioritas sasaran APBD TA 2022, dan melihat juga kemampuan keuangan daerah yang saat ini dirasa masih cukup sulit.

“Karenanya langkah dan strategi apa yang dilakukan pemerintah daerah guna mampu memenuhi skala prioritas tersebut? mohon penjelasan,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved