Breaking News:

Berita Buleleng

Keluarga Ahli Waris Korban Pengeroyokan di Monang Maning Denpasar Dapat Santunan Rp 42 Juta

santunan jaminan kematian sebesar Rp42 juta kepada ahli waris almarhum Gede Budiarsana, korban insiden pengeroyokan di Monang Maning.

Editor: Noviana Windri
foto: antara/ho-bjamsostek denpasar
Penyerahan secara simbolis santunan jaminan kematian BPJAMSOSTEK yang diterima ahli waris Gede Budiarsana di Singaraja, Kabupaten Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Buleleng Singaraja, Bali, menyerahkan santunan jaminan kematian sebesar Rp42 juta kepada ahli waris almarhum Gede Budiarsana, korban insiden pengeroyokan di Monang Maning, Denpasar beberapa waktu lalu.

"Melalui Camat Kubutambahan, kami serahkan santunan kematian sebesar Rp42 juta kepada istri almarhum sebagai ahli waris," kata Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Buleleng-Singaraja Herry Yudistira di Singaraja, Buleleng, Selasa.

Herry yang turut mendampingi penyerahan santunan menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum.

Walaupun santunan yang diberikan oleh BPJAMSOSEK tidak dapat menggantikan almarhum, setidaknya dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dari segi finansial.

Baca juga: Jenazah Gede Budiarsana Dikubur, Keluarga Minta Netizen Hapus Video Korban

Baca juga: BREAKING NEWS - Jenazah Gede Budiarsana Hari Ini Dikubur di Setra Desa Adat Kubutambahan Buleleng

Dia menambahkan santunan jaminan kematian (JKM) itu diserahkan setelah proses permohonan atau klaim yang diajukan ahli waris almarhum memenuhi persyaratan.

"Sebagai peserta aktif dari program BPJS Ketenagakerjaan, almarhum yang terdaftar sebagai peserta bukan penerima upah berhak untuk mendapatkan santunan JKM. Sesuai catatan kepesertaan, sebagai peserta JKM Ketenegakerjaan, almarhum aktif membayar iuran sebesar Rp16.800 secara mandiri," ujarnya.

Kiri - Lokasi pertemuan di Jalan Patuha, tempat korban diajak bertemu membicarakan masalah terkait kredit motor. Kanan - Lokasi pembunuhan Gede Budiarsana di Jalan Subur, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, Bali, Jumat 23 Juli 2021.
Kiri - Lokasi pertemuan di Jalan Patuha, tempat korban diajak bertemu membicarakan masalah terkait kredit motor. Kanan - Lokasi pembunuhan Gede Budiarsana di Jalan Subur, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, Bali, Jumat 23 Juli 2021. (Tribun Bali/Firizqi Irwan)

Herry menambahkan klaim JKM almarhum diproses setelah dilakukan pengecekan, komunikasi dan koordinasi intensif petugas BPJS Ketenagakerjaan dengan Camat Kubutambahan, Perbekel (kepala desa) Kubutambahan dan keluarga almarhum setelah insiden terjadi.

Ni Made Hirayanti (istri almarhum Budiarsana) mengatakan tidak menyangka suaminya meninggalkan bekal untuk keluarga.

"Saya tidak pernah menyangka, almarhum menyiapkan ini bagi keluarga, anak-anak yang ditinggalkan. Santunan yang diwariskan akan saya gunakan untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak sesuai keinginan almarhum, termasuk melanjutkan kepesertaan program JKM," ucapnya.

Baca juga: Jenazah Gede Budiarsana Sudah Dipulangkan ke Kubutambahan Buleleng, Rencana Dikubur 31 Juli 2021

Baca juga: Dikabarkan Kecelakaan, Ibu Gede Budiarsana Tidak Tahu Anaknya Menjadi Korban Pembunuhan di Denpasar

Camat Kubutambahan Made Suyasa mengapresiasi penyerahan santunan JKM Ketenagakerjaan tersebut sebagai komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di tempat terpisah, Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Bali Denpasar Opik Taufik menyampaikan BPJAMSOSTEK senantiasa hadir memberikan perlindungan bagi para pekerja dari berbagai risiko pekerjaan, mulai dari risiko PHK, kecelakaan kerja hingga kematian.

Untuk itu, Opik Taufik mendorong agar seluruh pekerja yang ada di Bali menjadi peserta, sehingga terlindungi dari risiko-risiko pekerjaan tersebut.

"Tidak hanya pekerja yang bekerja di perusahaan atau instansi, para pekerja di sektor informal pun bisa mendapatkan perlindungan/manfaat program BPJAMSOSTEK. Iuran yang paling murah hanya Rp16.800/bulan sudah mendapatkan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja dan kematian," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved