Breaking News:

Pangkostrad Tak Bisa Nolak Bongkar Patung Penumpasan PKI, yang Meminta Letjen (Purn) AY Nasution 

Tidak adanya patung diorama di Museum Dharma Bhakti bukan berarti mengindikasikan TNI AD telah disusupi PKI.

Editor: Bambang Wiyono
wikipedia
Letjen TNI Dudung Abdurachman 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pembongkaran patung sejarah penumpasan G30S/PKI di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat) mendapat kritik dari mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

"Ini berarti sudah ada penyusupan di dalam tubuh TNI," ujar Gatot dalam diskusi virtual Bertajuk "TNI Vs PKI", Minggu (26/9/2021).

Patung yang dibongkar itu ada tiga, terdiri dari patung mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal (Purn) TNI AH Nasution, mantan Panglima Kostrad Mayjen (Purn) TNI Soeharto, dan mantan Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Kolonel Inf (Purn) Sarwo Edhie Wibowo.

Baca juga: Ingin Tenang Lahir Batin, Mantan Pangkostrad Bongkar Patung Sejarah Penumpasan G30S/PKI

Ketiganya merupakan tokoh Angkatan Bersenjata sebagai penumpas Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI) 1965.

Terkait pembongkaran itu, Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman tidak dapat menolaknya. 

Karena, Letjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, pembongkaran tiga patung di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, sesuai permintaan sang penggagasnya.

Patung Soeharto (tengah), Sarwo Ehie (kiri), dan AH Nasution (kanan) di Museum Kostrad.
Patung Soeharto (tengah), Sarwo Ehie (kiri), dan AH Nasution (kanan) di Museum Kostrad. (YouTube)

Pangkostrad ke-34 Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution merupakan penggagas tiga patung itu.

"Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan," ujar Dudung, dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Dudung membantah anggapan yang menyebut pembongkaran tiga patung tersebut berarti Kostrad melupakan sejarah pemberontakan G30S/PKI.

"Itu sama sekali tidak benar," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved