Breaking News:

Wawancara Tokoh

Pembelajaran Tatap Muka Serentak 4 Oktober 2021, Sekolah Tak Boleh Paksa Orangtua Yang Belum Setuju

Dijelaskan pula olehnya bahwa akan ada dua sistem yakni pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
ILUSTRASI - Pembelajaran tatap muka hari pertama di SD N 1 Semarapura Kangin, Klungkung, Bali, Senin 29 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) digadang-gadang akan dimulai pada awal Oktober mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali KN. Boy Jayawibawa mengatakan pembelajaran tatap muka ini akan memperhatikan kesehatan dan keselamatan siswa.

"Mengenai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Provinsi Bali, setelah kurang lebih pandemi Covid-19 ini 1,5 tahun dan belum tau kapan berakhirnya, kami dalam aspek pendidikan tentunya mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Juga memperhatikan masalah tumbuh kembang anak. Kedua hal ini harus diperhatikan," kata, Boy pada, Selasa 28 September 2021.

Dijelaskan pula olehnya bahwa akan ada dua sistem yakni pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh.

Dengan tanda kutip harus ketat pada protokol kesehatan.

Sementara dengan turunnya Inmendagri 42 Tahun 2021, tentang PPKM Jawa-Bali dan Bali pada kali ini sudah level 3, jika dibandingkan sebelumnya PPKM Level 4 opsinya hanya pembelajaran jarak jauh.

Sementara di level 3 ini terdapat dua opsi yakni pembelajaran tatap muka terbatas dan jarak jauh.

"Di awal 2021 kita lakukan persiapan-persiapan setelah itu keluarlah keputusan kementrian baik pendidikan, dan kesehatan agar memulai pembelajaran tatap muka ditahun ajaran baru. Dan Tahun ajaran baru itu 12 Agustus 2021. Namun berjalan dengan itu, Bali masih level 4 jadi belum bisa. Nah sekarang sudah memasuki level 3 jadi ada dua opsi yang bisa dilaksanakan," paparnya.

Sesuai dengan Inmendagri dan juga SE Gubernur, pembelajaran tatap muka ini akan dimulai pada awal bulan Oktober.

Dimana pada pembukaannya akan dirancang pada Senin 4 Oktober 2021.

Baca juga: Brahma Senang Belajar di Sekolah, PTM Hari Pertama di Klungkung dan Daerah Lain di Bali

Awalnya tatap muka akan dilaksanakan pada tanggal 1. Kemudian diundur karena terdapat peringatan hari Kesaktian Pancasila, kemudian di hari selanjutnya yakni jumat sabtu dan minggu sudah memasuki akhir pekan.

"Jadi itu pelaksanaan pertama kali. Kantin masih ditutup, masih relaksasi dulu kegiatan outdoor seperti olahraga dan pengenalan sistem sekolah. Kepada seluruh instansi sekolah sudah diberikan teknisnya," sambungnya.

Dan karena Bali level PPKM nya sudah turun menjadi level 3, tentu Kabupaten atau Kota dapat melakukan dua pilihan tadi. Yakni pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh. Namun jangan dipaksakan. Kondisi tiap-tiap sekolah berbeda dan tentunya dengan sistem ketat. Pihaknya akan melihat lokasi pemetaan tersebut. Contohnya seperti sekolah-sekolah yang ada di Jalan Kamboja Denpasar dimana terdapat Yayasan Dwijendra, SMAN 1 Denpasar, Yayasan Saraswati, SMAN 7 Denpasar yang nantinya akan diawasi dengan ketat dan tidak bisa semua langsung menerapkan PTM.

"Kalau dilihat dari Kabupaten, demografi nya tidak terlalu padat seperti kota. Namun untuk Denpasar, Gianyar, Badung ya laksanakan saja pembelajaran tatap muka kasian juga anak-anak dari tumbuh kembangnya supaya mereka tetap bisa bersosialisasi dan bertemu teman-teman. Untuk tahap pertama sekiranya dilaksanakan pembelajaran tatap muka, tidak bisa langsung belajar tatap muka dengan normal," terangnya.

Selama dua bulan akan dilakukan relaksasi terlebih dahulu. Juga pembiasaan atau pengondisian terlebih dahulu.

Sehingga siswa tidak langsung belajar seperti situasi normal.

Pembiasaan diutamakan dengan disiplin ketat, konsisten, komitmen yang harus dijalani oleh semua warga sekolah mulai dari guru, kepala sekolah, tenaga komite atau staff, kemudian orangtua dan siswa.

"Jangan sampai hanya pihak sekolah yang melaksanakan itu dengan membentuk satgas di sekolah, tetapi orangtua malah bergerombol ketika menunggu anaknya. Dua opsi yakni pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh jangan disalah artikan. Karena nanti ketika PTM dimulai ada kriteria-kriteria yang harus dipenuhi, tidak serta merta semudah itu untuk PTM," sebutnya.

Nantinya pihak sekolah harus tetap berkoordinasi dengan satgas setempat. Mengapa demikian, karena sesuai dengan arahan Gubernur penanganan Covid-19 berbasis kewilayahan.

Jadi siapapun yang akan melakukan PTM harus berkoordinasi supaya ikut mengawasi kemudian faskes di sekitar wilayah tersebut ikut memantau.

Dan setelah semua itu terpenuhi seperti sarana prasarana mendukung, kurikulumnya, dan terakhir adalah keputusan orangtua.

"Ini yang wajib dan mutlak. Jika orangtua belum nyaman masih ragu-ragu tidak boleh memaksa sama sekali. Masih ada opsi pembelajaran jarak jauh jadi saya ingatkan pada pihak sekilah ataupun orangtua jadi selama ini secara umum kalau dari pengaduan kepada kami di Disdik, ada tiga hal atau kelompok yakni kelompok pertama beberapa orangtua sudah menginginkan anaknya untuk belajar PTM. Kelompok kedua para orangtua yang belum siap melepas anaknya untuk sekolah PTM. Kalau yang pertama secara tegas mengizinkan anaknya, dan yang kedua tidak mengizinkan. Nah untuk kelompok tiga ini masih absten atau tengok kanan tengok kiri," ujarnya.

Maka dari itu Boy ingatkan untuk Sekolah agar jangan terkesan memaksa orang tua yang belum menyetujui anak-anaknya untuk pembelajaran tatap muka.

Jadi bagi orangtua yang masih ragu dan belum ingin anaknya kembali PTM ke sekolah silakan katakan tidak.

Dan juga tidak ada sanksi bagi orangtua yang mengatakan tidak.

"Kalau memang belum memperbolehkan anak belajar secara PTM maka terapkan daring atau PJJ (pembelajaran jarak jauh). Setelah semua dilakukan baru kita akan menerapkan monitoring pada sekolah-sekolah yang langsungkan PTM," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved