Breaking News:

Berita Bali

Atasi Produk Cabai Busuk, Dosen Fisika Unud Bali Buat Pengering Berbahan Bakar LPG

Dosen Program Studi Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana (Unud), membuat alat pengering cabai berbahan bakar gas LPG.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Dosen Fisika Unud memperkenalkan alat pengering cabai berbahan bakar LPG di Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, Tabanan - Atasi Produk Cabai Busuk, Dosen Fisika Unud Bali Buat Pengering Berbahan Bakar LPG 

Dengan asumsi bahwa gas LPG sebanyak 3 kg seharga Rp 18.000.

"Biaya sebesar ini lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pengeringan cabai secara konvensional dan juga lebih efisien karena waktu yang diperlukan lebih singkat sekitar 6 jam, dibandingan cara konvensional yang menghabiskan waktu selama 7-10 hari," paparnya.

Alat pengering cabai ini dirancang oleh I Gde Antha Kasmawan, bersama Ngurah Sutapa, I Made Yuliara, Ni Nyoman Ratini, Winardi Tjahjo Baskoro, dan Ni Luh Putu Trisnawati.

Alat ini memiliki ukuran alas 80 cm x 50 cm dan tinggi 120 cm.

Menggunakan kombinasi 90 persen bahan logam dan 10 persen kayu.

Pada bagian dalam alat tersebut berisi enam slot tempat nampan diletakkan.

Baca juga: Cerita di Balik Nasi Pedas Bu Andika di Bali, Sehari Bisa Masak hingga 50 Kg Cabai Setan

Kapasitas daya tampung alat adalah sekitar 6-8 kg cabai mentah.

Sebagai sumber panas, alat tersebut menggunakan satu sumbu kompor gas yang terhubung langsung dengan sebuah tabung gas LPG melalui selang gas yang dilengkapi dengan regulator.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved