Breaking News:

Bisnis

Berkontribusi Cukup Besar Pada APBD, Bank Indonesia Lakukan Pengembangan Khusus Untuk UMKM

angka penyerapan tenaga kerja juga dapat dikatakan tinggi yakni sebesar 97,05 persen atau 116,97 Juta tenaga kerja.

Tribun Bali/Wahyuni Sari
Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, S. Donny H. Heatubun, dalam acara temu media. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ditahun 2018 kontribusi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada APBD cukup besar yakni sejumlah 57,24 persen atau 5,721.14 Triliun.

Selain itu angka penyerapan tenaga kerja juga dapat dikatakan tinggi yakni sebesar 97,05 persen atau 116,97 Juta tenaga kerja.

Sementara untuk kegiatan ekspor non migas yang dilakukan oleh UMKM sentuh angka 14,37 persen atau Rp. 293.840,9 Miliar. 

Melihat kontribusi UMKM yang begitu besarnya untuk perekonomian, namun terkendala pada beberapa persoalan Bank Indonesia segera bergegas untuk membantu pengembangan UMKM.

Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, S. Donny H. Heatubun dalam acara temu media mengatakan angka-angka tersebut tentunya bisa menjadi sebuah acuan untuk mengembangkan UMKM lebih maju lagi. 

Baca juga: Selain Mal, Bank Indonesia Provinsi Bali Juga Luncurkan Digitalisasi Pembayaran QRIS di Rumah Sakit

Baca juga: Tak Ada Kembalian Pakai Permen Lagi, Bank Indonesia Harapkan Mall di Bali Gunakan QRIS

Baca juga: Bank Indonesia Borong SBN hingga Rp 124,13 Triliun Untuk Danai APBN

"Ternyata yang kita anggap marginal, kontribusinya nyata. Angka ini bisa menjadi acuan kita. Tetapi kita memahami ada tantangan terhadap UMKM tentunya semua orang paham isu-isu apa saja yang dihadapi UMKM," katanya pada, Rabu (29 September 2021). 

Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM biasanya meliputi modal, daya saing, akses pasar dan bahan baku.

Isu ini selalu ada di UMKM. Selain Bank Indonesia yang rutin lakukan pembinaan pada UMKM, terdapat juga 18 lembaga Kementerian yang aktif lakukan pembinaan pada UMKM.

Namun lembaga Kementerian yang juga aktif melakukan pembinaan pada UMKM menimbulkan beberapa ketentuan-ketentuan yang sifatnya segmented pada masing-masing lembaga tersebut entah pada sisi pembiayaan ataupun hal yang lainnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved