Serba Serbi

Pati Brata, Ajaran Kesetiaan Istri pada Suami dalam Kepercayaan Hindu di Bali

Semisal dalam upacara pawiwahan (pernikahan) sang suami membawa tegen-tegenan berisi kunyit, kladi, ending, pujer dan membawa sapu

Surya Malang
ilustrasi pernikahan - Pati Brata, Ajaran Kesetiaan Istri pada Suami dalam Kepercayaan Hindu di Bali 

Dalam penyekapan itu, Dewi Sita benar-benar menunjukkan sikap Pati Brata.

Baca juga: Sukla Brahmacari dalam Hindu, Tidak Kawin dari Lahir Sampai Meninggal

Sebab bagaimanapun Rahwana menggoda sang dewi, tak pernah sekalipun ia luluh dan jatuh pada perangkapnya.

Dewi Sita tetap menjaga kesuciannya, dan hal ini tertulis jelas dalam petikan sargah ke-17 Kakawin Ramayana.

Rahwana yang tergila-gila oleh kecantikan Dewi Sita, benar-benar menggila di Alengka.

Rahwana pun mulai menghias dirinya agar disukai Dewi Sita.

Berbagai upaya dan tipu muslihat dilancarkan Rahwana demi menaklukkan Dewi Sita.

Namun sang dewi tetap bersikukuh dan menjaga kesuciannya hanya untuk Sang Rama seorang.

 Sampai akhirnya Sang Rama datang bersama pasukan untuk mengalahkan Rahwana. Dewi Sita masih menjaga kesuciannya. (*)

Artikel lainnya di Serba serbi

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved